Jogja Siapkan Tenda Darurat & RS Pratama untuk Menampung Lonjakan Pasien Covid-19

Sebuah tenda darurat pelayanan bediri di depan ruang IGD RSUD Wonosari. Minggu (27/6/2021)-Harian Jogja - David Kurniawan
05 Juli 2021 20:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja sedang menyiapkan skenario dengan menjadikan RS Pratama Jogja sebagai rumah sakit khusus pasien Covid-19. Selain itu juga menyiapkan tenda darurat untuk mendukung IGD di RSUD Kota Jogja. Skenario ini dibuat seiring dengan penuhnya ketersediaan bed di rumah sakit hingga Senin (5/7/2021).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi menjelaskan saat ini kapasitas bed untuk pasien Covid-19 di Kota Jogja untuk ICU sudah terisi 97%, non-ICU 85% dan IGD terpenuhi 87%. Saat ini rumah sakit di Kota Jogja terus berupaya menambah fasilitas bed dan ditargetkan bisa bertambah 71 bed di pekan pertama Juli 2021 ini.

“Jadi selama ini rumah sakit di Jogja masih terus menambah, kita upayakan pemenuhan bed pasien dengan cara penambahan. Awal Juli lalu, kesanggupan menambah sampai 71 bed. Dan saat ini, masih untuk memenuhi rencana tersebut,” katanya, Senin (5/7/2021).

Namun jika solusi penambahan bed tersebut tidak bisa menyelesaikan masalah, lanjut Heroe, sudah disiapkan dua skenario penanganan. Antara lain, pertama mendirikan tenda untuk kapasitas 50 bed di RSUD Wirosaban Kota Jogja. “Bahkan jika lebih pun masih dimungkinkan dari Korem untuk meminjamkan tenda kapasitas 50 bed,” katanya.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Akan Dapat Vitamin dan Obat Serta Layanan Konsultasi

Skenario lanjutan adalah menjadikan RS Pratama Jogja sebagai rumah sakit khusus untuk menampung pasien Covid-19. “Dan opsi kedua, jika kondisi masih memerlukan tambahan bed lagi, maka RS Pratama Jogja nantinya bisa diubah menjadi rumah sakit Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan untuk kebutuhan selter, kata Heroe, selain Tegalrejo, Jogja akan membuka selter di Rusunawa Gemawang yang berada di wilayah Sleman. Pemerintah Kota Jogja sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sleman terkait rencana operasional rusun itu sebagai selter Covid. Saat ini sedang dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas.

“Selain itu menggunakan balai RW atau RK atau gedung pertemuan, atau GOR di Kemantren, termasuk rumah dinas Mantri PP, juga siap. Selain itu, PHRI juga menawarkan tiga hotel sebagai selter dan satu hotel sebagai karantina,” ucapnya.