Pilur Gunungkidul Masuk Tahap Pendataan Pemilih di 31 Kalurahan
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, PONJONG – Jajaran Polsek Ponjong Gunungkidul mengungkap kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka TN,22; MP,22 dan MW,27, yang merupakan warga Kapanewon Ponjong.
Peristiwa pencabulan ini bermula saat korban berinisial L, janjian bertemu kekasihnya TN di pemancingan di kawasan Ponjong pada 25 Juni lalu. Saat bertemu, ternyata TN tidak sendiri karena ada temannya MW dan MP.
BACA JUGA : Di Sleman, Anak Usia 12 Tahun ke Atas Mulai Didaftar
Di pemancingan inilah korban dicekoki minuman keras jenis ciu hingga teler. Setelah pesta usai, rombongan menuju rumah milik kerabat MW untuk membakar ikan hasil pancingan.
Tak berhenti di sini, korban dan ketiga pelaku pergi ke sebuah gubuk untuk istirahat. TN mengajak L ke kebun untuk berhubungan badan layaknya suami istri.
Usai disetubuhi sang pacar, L ditinggal di gubuk bersama kedua tmannya. TN pergi dengan alasan membeli bahan bakar minyak. Kesempatan inilah dimanfaatkan pelaku lain untuk menyetubuhi korban.
Kapolsek Ponjong, APBK Sudono mengatakan, kasus ini terungkap berawal saat memulangkan L ke rumahnya pada 26 Juni dini hari. Sebelum di antar sang pacar, keluarga sudah melaporkan hilangnya L ke Polsek Ponjong karena tidak pulang ke rumah sehari satu malam.
BACA JUGA : Curi Motor, 2 Anak di Bawah Umur Ditangkap Polisi
“Saat mengantar L, TN dicegat warga hingga diarak ke Mapolsek,” kata Sudono, di Mapolres Gunungkidul, Kamis (8/7/2020).
Polisi pun langsung memeriksa TN, kasus pencabulan ini mengarah ke dua tersangka lain. Pelaku MP dan MW diamankan di rumah masing-masing tak berselang lama dari penangkapan yang pertama.
“Masih dalam proses dan ketiga tersangka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Selain mengamankan tiga pelaku, olisi jug mengamankan beberapa barang bukti seperti sepeda motor, dan pakaian milik korban. sebagai barang bukti.
Para pelaku dijerat pasal 81 ayat (1) jo pasak 76 D sub pasal 81 ayat (2) sub pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E Undang-Undang No. 17/2016 tentang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.
BACA JUGA : Balai Desa Jadi Lokasi “Pesta Seks” Anak di Bawah Umur
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengimbau kepada orang tua untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. Ia berharap agar pergaulan anak terus diawasi sehingga tidak menjadi korban tindak kriminalias. “Jangan sampai salah pergaulan karena dampaknya tidak baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
AliExpress terancam denda Rp11,37 triliun dari Uni Eropa akibat gagal mencegah peredaran produk ilegal dan barang tiruan di platformnya.
DPP PAN memecat Lalu Ahmad Zaini sebagai Ketua DPW PAN NTB dan kader partai pasca terjerat OTT KPK di Kabupaten Lombok Barat.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
KPK mengungkap dugaan penerimaan Rp12,4 miliar oleh Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dari praktik korupsi proyek dan suap.
APBN semester I/2026 mencatat defisit Rp196,5 triliun. Pemerintah memastikan pengelolaan kas negara tetap terjaga melalui strategi pembiayaan fiskal.