Profil AKBP Rosana Albertina Kapolres Gunungkidul
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat.
Kondisi Embung Batur Agung yang mulai mengering dikarenakan bocornya lapisan geo membran. Kondisi ini pun berdampak terhadap kegunaan karena embung tidak berfungsi secara optimal. Foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist-Dok. Kadus Karangwetan 1.
Harianjogja.com, KARANGMOJO – Mimpi warga Dusun Karangwetan 1, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul memanfaatkan Embung Batur Agung untuk memaksimalkan produktivitas pertanian tidak berjalan mulus. Pasalnya, embung yang dibangun di atas perbukitan ini mengalami kerusakan sejak 2019 lalu.
Kepala Dusun Karangwetan 1, Karangmojo, Gunungkidul Sembodo mengatakan, Embung Batur Agung selesai dibangun di akhir 2017 lalu. Pada saat itu, UPK Karangmojo mendapatkan bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diwujudkan untuk pembangunan embung.
BACA JUGA : Diklaim Berskala Internasional, Wisata Edukasi Embung
Diharapkan fasilitas ini dapat menopang produktivitas pertanian, baik untuk tanaman pangan maupun holtikultura. Meski demikian, sejak pertengahan 2019 mengalami kerusakan karena lapisan geomembrane bocor akibat dasar embung tidak rata.
“Kemungkinan bocor ada tekanan dari atas karena terisi air. Sedang di bawah ternyata permukaan tidak rata sehingga batu-batu merobek lapisan geomembran sehingga bocor,” kata Sembodo kepada Harianjogja.com, Kamis (8/7/2021).
Menurut dia, kebocoran embung membuat penampungan air tidak maksimal. Pada saat awal kemarau air sudah habis sehingga tidak bisa untuk perawatan tanaman pertanian milik warga.
“Kalau musim hujan airnya bisa penuh, tapi warga tidak butuh karena lahan pertanian sudah dapat pasokan dari air hujan,” katanya.
BACA JUGA : Jogja Sulap Embung Giwangan Jadi Taman Wisata Budaya
Sembodo berharap kerusakan ini bisa diperbaiki sehingga petani dapat bisa memanfaatkan air dari embung pada saat musim kemarau.
“Sebenarnya upaya penambalan sudah dilakukan, tapi rusak lagi. Mudah-mudahan bantuan lagi dari Kemendes PDT untuk perbaikan yang lebih baik sehingga embung bisa bermanfaat seperti tujuan awal saat dibangun,” katanya.
Salah seorang warga Gedangrejo, Adi Waluyo mengatakan, Embung Batur Agung memiliki pemandangan yang indah. Hal ini tidak lepas dari letak embung yang berada di perbukitan sehingga saat sore hari bisa dimanfaatkan untuk melihat matahari terbenam. “Sebenarnya cocok juga untuk pengembangan wisata,” katanya.
BACA JUGA : 2 Embung Akan Dibangun di Sleman
Meski demikian, kata dia keberadaan embung yang bocor membuat pengembangan wisata jadi terkendala. “Harapannya bisa diperbaiki sehingga tidak menjadi bangunan mangkrak selamanya. Tujuan awal kan untuk mendukung pertanian, ya kalau rusak harus diperbaiki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi memimpin Polres Gunungkidul dan memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan serta sinergi dengan masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 17 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Hamdan Tour mengumumkan Ruben Onsu tak lagi menjadi brand ambassador sejak 31 Agustus 2026. Perusahaan menegaskan kehidupan pribadi Ruben bukan representasi mer
Ranking koefisien Liga Indonesia disebut turun ke posisi 18 Asia setelah Kamboja meraih hasil positif di ACL Two. Persib sebelumnya menang 1-0 atas The Cong-Vie