Selter Wisma Wanagama Bakal Dihidupkan Lagi

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
12 Juli 2021 12:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana menggunakan kembali Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran Playen untuk karantina pasien positif Covid-19. Diharapkan pemanfaaan layanan tersebut mampu menekan angka kematian akibat corona di Bumi Handayani.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, untuk penggunaan wisma Wanagama sudah ada komunikasi dengan UGM selaku pemilik. Secara prinsip tidak ada masalah karena UGM siap meminjamkan fasilitas yang dimiliki untuk karantina massal.

Meski demikian, sambung dia, masih diperlukan koordinasi dengan pihak kalurahan dan kapanewon di sekitar lokasi. Koordinasi dibutuhkan agar tidak terjadi penolakan seperti yang terjadi di tahun lalu.

“Tahun lalu wisma Wanagama pernah digunakan untuk karantina. Tapi sempat ada masalah dengan warga sehingga kami tidak ingin hal ini terjadi kembali. Jadi, koordinasi terus dilakukan agar semua berjalan dengan lancar,” katanya, Senin (12/7/2021).

Siwi menjelaskan, pemanfaatan wisma untuk selter merupakan instruksi dari bupati. Diharapkan dengan layanan ini bisa menekan angka kematian akibat corona di Gunungkidul yang masih tinggi.

Baca juga: Pembeli Menumpuk di Depan Kasir, Swalayan di Sleman Terpaksa Ditutup Petugas

Adapun teknis pemanfaatan dikhususkan untuk pasien positif corona dengan gejala ringan. Selain itu, kelompok ibu hamil yang terpapar juga menjadi prioritas utama untuk penanganan. “Kapasitas bisa mencapai 80an orang sehingga nantinya bisa membantu dalam upaya penanganan,” katanya.

Menurut dia, keberadaan selter Wanagama juga bisa digunakan untuk merawat bagi pasien positif corona yang telah melewati fase kritis. Hanya saja, untuk teknis pelaksanaan harus ada komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan pihak rumah sakit.

“Bisa saja untuk mengurangi antrean rawat inap di rumah sakit. Pasien positif yang sudah dirawat dan kondisinya membaik dipindah ke wisma sehingga tempatnya bisa digunakan merawat pasien lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty membenarkan adanya rencana pemanfaatan wisma Wanagama untuk karantina. Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki kewenangan dalam penggunaan tempat terssebut.

“Untuk penggunaaan yang menangani dinas sosial. Tapi, kami mendukung karena dengan adanya shelter maka pengawasan akan lebih maksimal,” katanya.

Menurut dia, laju penularan dan angka kematian akibat corona di Gunungkdul masih tinggi. Dia berharap masyarakat bisa patuh menjalankan protokol kesehatan sehingga mata rantai penyebaran virus dapat diptus. “Peran masyarakat ini sangat penting dalam upaya pengendalian. Jadi, kami minta masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan,” katanya.