Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana menggunakan kembali Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran Playen untuk karantina pasien positif Covid-19. Diharapkan pemanfaaan layanan tersebut mampu menekan angka kematian akibat corona di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, untuk penggunaan wisma Wanagama sudah ada komunikasi dengan UGM selaku pemilik. Secara prinsip tidak ada masalah karena UGM siap meminjamkan fasilitas yang dimiliki untuk karantina massal.
Meski demikian, sambung dia, masih diperlukan koordinasi dengan pihak kalurahan dan kapanewon di sekitar lokasi. Koordinasi dibutuhkan agar tidak terjadi penolakan seperti yang terjadi di tahun lalu.
“Tahun lalu wisma Wanagama pernah digunakan untuk karantina. Tapi sempat ada masalah dengan warga sehingga kami tidak ingin hal ini terjadi kembali. Jadi, koordinasi terus dilakukan agar semua berjalan dengan lancar,” katanya, Senin (12/7/2021).
Siwi menjelaskan, pemanfaatan wisma untuk selter merupakan instruksi dari bupati. Diharapkan dengan layanan ini bisa menekan angka kematian akibat corona di Gunungkidul yang masih tinggi.
Baca juga: Pembeli Menumpuk di Depan Kasir, Swalayan di Sleman Terpaksa Ditutup Petugas
Adapun teknis pemanfaatan dikhususkan untuk pasien positif corona dengan gejala ringan. Selain itu, kelompok ibu hamil yang terpapar juga menjadi prioritas utama untuk penanganan. “Kapasitas bisa mencapai 80an orang sehingga nantinya bisa membantu dalam upaya penanganan,” katanya.
Menurut dia, keberadaan selter Wanagama juga bisa digunakan untuk merawat bagi pasien positif corona yang telah melewati fase kritis. Hanya saja, untuk teknis pelaksanaan harus ada komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan pihak rumah sakit.
“Bisa saja untuk mengurangi antrean rawat inap di rumah sakit. Pasien positif yang sudah dirawat dan kondisinya membaik dipindah ke wisma sehingga tempatnya bisa digunakan merawat pasien lainnya,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty membenarkan adanya rencana pemanfaatan wisma Wanagama untuk karantina. Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki kewenangan dalam penggunaan tempat terssebut.
“Untuk penggunaaan yang menangani dinas sosial. Tapi, kami mendukung karena dengan adanya shelter maka pengawasan akan lebih maksimal,” katanya.
Menurut dia, laju penularan dan angka kematian akibat corona di Gunungkdul masih tinggi. Dia berharap masyarakat bisa patuh menjalankan protokol kesehatan sehingga mata rantai penyebaran virus dapat diptus. “Peran masyarakat ini sangat penting dalam upaya pengendalian. Jadi, kami minta masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.
Suyudi Ario Seto diusulkan menjadi calon Kapolri. Simak harta kekayaan, profil, pendidikan, dan perjalanan kariernya.
Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026 masih sama seperti September. Cek harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan BBM lainnya.