PPKM Darurat, Ponpes di Gunungkidul Awali Tahun Ajaran Baru secara Online

Pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah di Kapanewon Karangmojo saat melakukan tatap muka secara online dengan santri baru di pondok tersebut. Senin (12/7/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.
13 Juli 2021 06:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, KARANGMOJO – Tahun ajaran baru 2021-2022 dimulai Senin (12/7/2021). Sama seperti penyelenggaraan tahun lalu, masa pengenalan lingkungan sekolah terhadap siswa baru dilaksanakan secara online.

Salah satunya terlihat di Pondok Pesantren Al Hikmah di Kapanewon Karangmojo. Pengurus pondok melakukan tatap muka dan berinteraksi secara daring dengan 156 siswa baru.

Pemimpin Pondok Pesantren Al Hikmah, Harun Al Rasyid mengatakan, pengenalan sekolah tidak hanya diikuti oleh santri baru. Namun para wali murid juga ikut hadir dalam pertemuan secara online ini.

BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah

“Berhubung tatap muka dilarang, maka dilakukan secara virtual. Semua siswa baru dari tingkat SD, SMP hingga SMA dan SMK mengikutinya,” kata Harun kepada wartawan, Senin.

Dia menjelaskan, untuk pengenalan lingkungan pondok mengikuti aturan dari pemerintah. Ia tidak menampik, pertemuan tatap muka sangat penting namun dikarenakan adanya larangan maka untuk sementara dilakukan secara online.

“Untuk pembelajaran tatap muka kami sudah siap, tapi belum boleh. Nanti kalau larangannya sudah dicabut maka kami akan menggelarnya,” katanya.

Harun menambahkan, siswa di pondok pesantren tidak hanya mendapatkan pembelajaran tentang mata pelajaran umum. Pasalnya, ada juga materi penguatan pendidikan agama Islam kepada setiap santri yang masuk.

BACA JUGA : Kegiatan MPLS, Siswa SD Moemilta Diajak Mengenal 

“Kami juga berikan pendidikan tambahan berupa latihan kewirausahaan hingga ketrampilan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Harapannya selain menguasai ketrampilan secara intelektual, santri juga menguasai ilmu agama sebagai bekal berdakwah,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung tiga hari mulai Senin hingga Rabu (14/7). Dikarenakan masih dalam masa pandemi, maka program pengenalan dilakukan secara daring.

“Kami sudah menginstruksikan kepada sekolah untuk membuat video tutorial agar diberikan ke siswa sebagai upaya pengenalan,” kata Ali.

Menurut dia, selama pengenalan tidak hanya memberikan pemahaman berkaitan dengan lingkungan sekolah, tata tertib hingga visi misi yang dimiliki. Namun demikian, siswa juga diberikan bekal tentang wawasan kebangsaan dan pengamalanan Pancasila.

“Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar dan proses adapatasi siswa baru dapat berjalan dengan baik,” katanya.