Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah di Kapanewon Karangmojo saat melakukan tatap muka secara online dengan santri baru di pondok tersebut. Senin (12/7/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, KARANGMOJO – Tahun ajaran baru 2021-2022 dimulai Senin (12/7/2021). Sama seperti penyelenggaraan tahun lalu, masa pengenalan lingkungan sekolah terhadap siswa baru dilaksanakan secara online.
Salah satunya terlihat di Pondok Pesantren Al Hikmah di Kapanewon Karangmojo. Pengurus pondok melakukan tatap muka dan berinteraksi secara daring dengan 156 siswa baru.
Pemimpin Pondok Pesantren Al Hikmah, Harun Al Rasyid mengatakan, pengenalan sekolah tidak hanya diikuti oleh santri baru. Namun para wali murid juga ikut hadir dalam pertemuan secara online ini.
BACA JUGA : Tak Ada Tatap Muka, MPLS Hari Pertama Masuk Sekolah
“Berhubung tatap muka dilarang, maka dilakukan secara virtual. Semua siswa baru dari tingkat SD, SMP hingga SMA dan SMK mengikutinya,” kata Harun kepada wartawan, Senin.
Dia menjelaskan, untuk pengenalan lingkungan pondok mengikuti aturan dari pemerintah. Ia tidak menampik, pertemuan tatap muka sangat penting namun dikarenakan adanya larangan maka untuk sementara dilakukan secara online.
“Untuk pembelajaran tatap muka kami sudah siap, tapi belum boleh. Nanti kalau larangannya sudah dicabut maka kami akan menggelarnya,” katanya.
Harun menambahkan, siswa di pondok pesantren tidak hanya mendapatkan pembelajaran tentang mata pelajaran umum. Pasalnya, ada juga materi penguatan pendidikan agama Islam kepada setiap santri yang masuk.
BACA JUGA : Kegiatan MPLS, Siswa SD Moemilta Diajak Mengenal
“Kami juga berikan pendidikan tambahan berupa latihan kewirausahaan hingga ketrampilan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Harapannya selain menguasai ketrampilan secara intelektual, santri juga menguasai ilmu agama sebagai bekal berdakwah,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, pengenalan lingkungan sekolah akan berlangsung tiga hari mulai Senin hingga Rabu (14/7). Dikarenakan masih dalam masa pandemi, maka program pengenalan dilakukan secara daring.
“Kami sudah menginstruksikan kepada sekolah untuk membuat video tutorial agar diberikan ke siswa sebagai upaya pengenalan,” kata Ali.
Menurut dia, selama pengenalan tidak hanya memberikan pemahaman berkaitan dengan lingkungan sekolah, tata tertib hingga visi misi yang dimiliki. Namun demikian, siswa juga diberikan bekal tentang wawasan kebangsaan dan pengamalanan Pancasila.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar dan proses adapatasi siswa baru dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.