Pendapat Gus Miftah: Orang Miskin Bisa Prokes Selama Kebutuhan Tercukupi

Gus Miftah. - instagram
18 Juli 2021 21:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kebijakan PPKM Darurat dari Pemerintah Pusat mendapatkan beragam tanggapan dari tokoh, salah satunya ulama asal Sleman, Gus Miftah.

Gus Miftah prihatin mengungkapkan keprihatinannya pada masyarakat kecil, yang menggantungkan hidup dari berdagang. Mereka mengalami kendala mencukupi kebutuhan hidup selama PPKM darurat.

Lewat sebuah video yang diunggahnya ke Instagram, Minggu (18/7/2021), Gus Miftah mengajak orang-orang untuk saling membantu.

Baca juga: Pilihan Lurah Sleman 22 Agustus Batal Digelar

"Di saat para pejabat dan orang-orang kaya teriak, "Prokes, prokes, prokes," maka orang miskin dan tidak berkemampuan cukup mengatakan, "Makan, makan, makan," kata pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman itu.

Menurut Gus Miftah, orang-orang miskin sebenarnya bisa mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan PPKM darurat.

"Artinya apa? Orang yang tidak mampu dan miskin pasti bisa [menerapkan] prokes selama kebutuhan dan makannya tercukupi," lanjutnya.

Pria bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman ini menambahkan, warga miskin terkadang nekat melanggar prokes demi mencari nafkah untuk bertahan hidup.

Baca juga: Begini Skenario Pemkab Sleman Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Untuk itu, Gus Miftah mengajak para pengikutnya di Instagram untuk turut membantu warga yang membutuhkan di masa pandemi saat ini.

"Toh, selama ini mereka kadang-kadang melanggar prokes hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup. Maka, ini pandemi belum berakhir, yuk kita saling tolong menolong, saling membantu," ajak Gus Miftah.

"Demi Allah, Allah akan menolong hamba-Nya manakala sang hamba mau menolong saudaranya. Indonesia bisa," imbuhnya.

Pada caption yang ia sertakan untuk video unggahannya itu, Gus Miftah juga menyinggung pemerintah dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Melalui ajakan untuk saling membantu, Gus Miftah mengungkapkan, cara itu bisa ditunjukkan ke pemerintah supaya pemerintah tak mengajari rakyat untuk berbagi.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan rakyat untuk tak bergantung pada bantuan pemerintah serta alasannya.

"Kita tunjukkan ke pemerintah tidak usah ngajari rakyat untuk berbagi, karena memang itu amaliyah keseharian rakyat saling menolong dan berbagi, nggak usah terlalu banyak berharap bantuan pemerintah, karena mungkin kebutuhan mereka banyak....hmmmmmmmm

Support pemerintah dengan cara kita berhagi sesama anak negeri.....bukan begitu pak menko muhajir efendy?

Colek bro @killthedj," tutupnya.

Sumber : Suara.com