Masjid Jogokariyan Jogja Sembelih 51 Ekor Sapi dan 46 Kambing. Daging Dibagikan per Jiwa

Proses pemotongan hewan kurban oleh panitia dari Masjid Jogokariyan-Instagram - @masjidjogokariyan
20 Juli 2021 19:07 WIB Devi Aristya Putri(M 135) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Masjid Jogokariyan, Jogja melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada 10 Duzlhijjah 1442 H, tepatnya pada Selasa (20/07/2021). Penyembelihan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Penyembelihan hewan kurban yang dilakukan tepat pada jatuhnya Hari Raya bertujuan agar tidak bersamaan dengan masjid-masjid lain dan tidak menimbulkan kerumunan.

“Kami laksanakan hari H, kalau tidak dilaksanakan hari H nanti justru akan bersamaan dengan sebagian besar masjid lain. Anjuran wali kota [Wali Kota Jogja] tanggal 21, 22, dan 23. Mungkin tenaga dan relawan kita diperlukan. Tanggal 21 akan menyembelih di Magelang. Bakti sosial, Sebagian binatang kurban disalurkan ke Magelang dan kami potong di sana. Tanggal 20 kami laksanakan di sini supaya masyarakat bisa menikmati daging kurban,” kata Ustaz Muhammad Jazir ASP, selaku Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Minggu (18/7/2021).

Tahun ini Masjid Jogokariyan menyembelih hewan kurban untuk sapi sebanyak 51 ekor dengan rincian 44 sapi reguler, 4 sapi super dan 2 sapi super duper. Sedangkan untuk kambing total 46 kambing dengan rincian 35 ekor kambing dan 11 ekor kambing untuk bakti sosial remaja.

BACA JUGA: Tak Gelar Salat Id, Gerbang Masjid Agung Wonosari Ditutup

Ada hal unik dalam proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Jogokariyan. Masjid Jogokariyan melakukan sistem mekanisasi dalam penyembelihan. Mekanisasi dalam proses penyembelihan hewan kurban sudah dilakukan sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Mekanisasi digunakan untuk membantu proses penyembelihan seperti mempersingkat waktu pekerjaan.

“Kemudian sudah tahun kemarin kita melakukan mekanisasi. Misal pemotongan tulang, pemotongan daging kita selalu menggunakan mesin. Penggunaan sudah sejak sebelum pandemi. Di pandemi ini kami percepat pengadaannya sehingga kita bisa mengurangi jumlah orang yang mengerjakan. Jadi ada pengurangan pekerjaan dan ada proses peningkatan kecepatan melalui mekanisasi,” jelas Jazir.

Sedangkan untuk pembagian kurban, Masjid Jogokariyan akan membagikan langsung kepada warga di sekitar masjid dan di luar wilayah masjid. Masjid Jogokariyan tidak membagikan daging kurban dengan sistem antrean. Sistem antrean sudah dihapuskan sejak 25 tahun lalu.

Daging kurban yang telah disembelih dibagikan kepada warga dengan hitungan per jiwa bukan per kartu keluarga.

Ustaz Muhammad Jazir menjelaskan daging akan dibagikan kurang lebih ke 2.642 jiwa. Dan untuk di luar kampung akan dibagikan kurang lebih sebanyak 2.400 jiwa. Per jiwa untuk tahun kemarin mendapat kurang lebih 9 ons daging kurban. Sedangkan untuk tahun ini akan meningkat sebanyak 1,2 ons per jiwa. Masjid Jogokariyan melakukan penaikan bobot daging agar masyarakat dapat memiliki cadangan makan selama PPKM Darurat.