SIM Gunungkidul September 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Salah satu narasumber saat menyampaikan paparannya dalam acara Postgraduate Symposium 2021 bertema Child Development in Pandemic Age: How to Prevent a Potential Generation Lost, Sabtu (24/7/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejak pandemi Covid-19 melanda, terjadi perubahan besar pada pola pendidikan, pengasuhan, bahkan interaksi anak-anak dan remaja. Sistem pendidikan daring menjadi alternatif solusi bagi anak-anak dan remaja agar tetap mengenyam program pembelajaran sekolah.
Sebagai upaya mengantisipasi keterputusan tumbuh kembang anak di masa pandemi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menggelar kegiatan Postgraduate Symposium 2021 bertema Child Development in Pandemic Age: How to Prevent a Potential Generation Lost, Sabtu (24/7/2021). Postgraduate Symposium 2021 yang diikuti ratusan peserta digelar Sabtu dan tahap kedua Sabtu (31/7/2021).
Dekan FK-KMK UGM, Profesor Ova Emilia saat membuka simposium mengatakan anak-anak menjadi kelompok rentan terdampak pandemi Covid-19. Pertama, dampak tumbuh kembang anak dalam proses pendidikan menjadi tidak optimal, terutama dalam pembelajaran daring. “Kedua, dampak ekonomi membuat anak-anak rentan mengalami keterbatasan asupan nutrisi untuk pertumbuhan,” kata Ova, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (25/7/2021).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Jumeri, mengatakan dalam pendidikan daring, beragam kendala harus dihadapi guru, orang tua, dan anak. Tak bisa dipungkiri, guru juga mengalami kegagapan pembelajaran, merasa awam dalam teknologi informasi, hingga kesulitan mengetahui kecukupan target kompetensi. Sedangkan orang tua tidak semua mampu mendampingi adan belajar karena tanggung jawab lain seperti kerja, dan kesulitan memahami pelajaran. “Untuk siswa, mereka kesulitan konsentrasi, keluhan penugasan, hingga kondisi stres ataupun jenuh karena isolasi berkelanjutan,” katanya.
Dia mengatakan, setelah setahun pandemi, kondisi krisis ini berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif berkepanjangan seperti anak putus sekolah, penurunan capaian belajar hingga terjadinya kekerasan pada anak dan risiko internal.
Untuk merespons kondisi ini, Kemendikbud mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Covid-19. “Mendikbud bahkan merelaksasi dana BOS dan BOP agar dapat digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan, maupun masker. Mendikbud bahkan telah mengalokasikan Rp5,92 triliun untuk bantuan sarana teknologi informasi dan komunikasi sekolah pada 2020 dan 2021,” kata Jumeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Hasto Wardoyo mendorong peningkatan kualitas SD negeri di Jogja agar kembali diminati masyarakat dan menjadi pilihan utama orang tua.
Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI pada HUT Ke-81 TNI, termasuk enam Kodam baru di sejumlah wilayah Indonesia.
Harga BBM 5 Oktober 2026 di Pertamina, Shell dan bp masih stabil. Simak daftar harga Pertalite, Pertamax, V-Power Diesel hingga BP Ultimate.
Harga pangan terbaru PIHPS Nasional mencatat cabai merah keriting Rp118.150 per kg. Simak daftar harga komoditas pangan lainnya.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.