Hajatan Dilarang, Pedagang Daging Bantul: Hancur Ini Penjualannya..

Pedagang daging sapi Pasar Bantul, Slamet mengeluhkan penurunan penjualan daging sapi. - Harian Jogja/ Catur Dwi Janati.
28 Juli 2021 04:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kebijakan larangan resepsi pernikahan di wilayah PPKM Level 4 berpengaruh di beragam lini ekonomi. Pedagang daging sapi misalnya, tak ada hajatan membuat penjualan daging anjlok selama PPKM dilakukan.

Sala satu pedagang daging sapi di Pasar Bantul, Slamet menyebutkan turunnya penjualan daging sapi selama PPKM. "Hancur ini penjualan," terangnya pada Selasa (27/7/2021).

BACA JUGA : Segala Hajatan di Bantul Dilarang, Sejumlah Resepsi 

Paling banter Slamet hanya mamlu menjual lima kilogram daging sapi setiap harinya. Padahal sebelum PPKM penjualan daging sapi miliknya setidaknya habis 15 kilogram per harinya.

"Tidak ada orang hajatan. Kalau cuma mengandalkan pembeli dari rumah tangga cuma seperempat kilogram itu sudah mentok. Paling banyak setengah kilogram," ujarnya.

Pedagang daging sapi Pasar Bantu lainnya, Fitri juga merasakan penurunan penjualan. Disebutkan Fitri merosotnya penjualan daging sapi juga dipengaruhi banyaknya pedagang bakso dan soto daging yang nemilih tutup selama PPKM.

BACA JUGA : DIY Siapkan Aturan, Hajatan dan Wisata di Zona Merah

"Sejak PPKM turun, banyak warung yang tutup. Warung kan katakanlah bakso dan soto gak boleh makan di tempat kan malas ke sana," terangnya.

Sebelum PPKM Fitri mampu menjual setidaknya 20 kilogram daging sapi. Kini Fitri paling sedikit hanya menjual daging sapi sebanyak 10 kilogram. "Harapannya corona segera selesai. Minimal warung sama hajatan boleh. Karena permintaan yang paling tinggi itu," ucapnya.