Lama Menganggur, Banyak Jip Wisata Merapi Dijual demi Perut

Wisata jip di sekitar Gunung Merapi sudah mulai beroperasi, di Kali Kuning, Desa Umbulharjo, Cangkringan pada (12/5/2018). - Harian Jogja/Dok
29 Juli 2021 17:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Melonjaknya kasus Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mengharuskan ditutupnya seluruh objek wisata, termasuk jip wisata di Sleman. Demimemenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa pemilik jip memilih menjual kendaraan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

PPKM Level 4 yang merupakan lanjutan dari PPKM Darurat yang telah diterapkan sejak 3 Juli lalu membuat pelaku wisata tiarap.

BACA JUGA: Kurang Murid, Puluhan SD di Gunungkidul Bakal Digabung

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi Wilayah Barat Kabupaten Sleman, Dardiri menjelaskan terdapat setidaknya 1.025 jip wisata di lereng Merapi, yang saat ini semuanya tidak beroperasi. “Mau enggak mau kami ikuti anjuran pemerintah saja, walaupun kami sudah protokol kesehatan, SOP [standard operational procedure] 100 persen, tapi ya pemerintah maunya kayak gitu,” katanya, Rabu (28/7/2021).

Kalaupun tetap beroperasi, tidak ada objek wisata yang buka sehingga tidak ada yang bisa ditawarkan untuk tujuan tur. Selain itu dari sisi wisatawan saat ini juga tidaka ada, sehingga tidak ada pilihan lain selain mengandangkan jip.

Semestinya jip diservis agar siap digunakan saat wisata kembali dibuka, seperti cek aki, oli, ban dan sebagainya. Namun karena tidak ada pemasukan, para pelaku wisata jip lebih mengutamakan kebutuhan sehari-hari.

Ia juga mengakui untuk memenuhi kebutuhan, tak sedikit pemilik jip yang menjual jop mereka. “Ya banyak yang dijual sebenarnya. Kalau jumlahnya kurang tahu persis. Tapi ada sih yang dijual untuk menutup kebutuhan sehari-hari, untuk menutup [utang] bank juga,” ungkapnya.

BACA JUGA: Angka Kematian Covid Pusat dan Provinsi Ada Selisih Hampir 20.000

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suparmono, menjelaskan sejauh ini belum ada bantuan khusus bagi pelaku wisata terdampak PPKM baik dari daerah maupun pusat. Meski demikian dimungkinkan pelaku wisata jeep mendapat bantuan dari program pemerintah lainnya.

"Tapi mungkin driver jip dan sebagainya itu kan berhimpitan dengan kelurahan, itu kan bisa dapat [bantuan sosial] dari kelurahan dari program-program pemerintah yang lain. Nggak hanya melulu dari golongan jip wisata itu saja menurut saya," ungkapnya.