Skema Penyaluran Bansos di Bantul Diubah Gegara Kerumunan, Begini Mekanismenya

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Novrian Arbi
30 Juli 2021 20:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Penyaluran bantuan sosial (bansos) terpaksa dihentikan dua hari pasca-hasil evaluasi menunjukkan masih terjadinya kerumunan. Selama dihentikan, skema penyaluran didesain ulang agar lebih menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menerangkan pihaknya telah melalukan rapat koordinasi dengan Kantor Pos selaku penyalur yang ditunjuk oleh pemerintah dalam menyalurkan bansos. "Alokasi waktu yang diberikan diminta untuk mengatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan. Peristiwa di Selopamioro itu menjadi pembelajaran," tuturnya pada Jumat (30/7/2021).

"Makanya kemarin kami undang [kantor POS]. Kemarin dan hari ini belum dilaksanakan lagi penyaluran Bansos. Kita hentikan sambil kantor Pos itu menyusun strategi," tambahnya.

Helmi berharap penjadwalan pembagian bansos bisa lebih rinci. "Jadi dijadwal misal per Padukuhan dari jam sekian sampai jam sekian. Misal per dua jam atau per berapa sesuai dengan jumlah KPM yang diundang," tandasnya.

BACA JUGA: Kematian Pasien Covid-19 di Jogja Masih Tinggi, Hari Ini 93 Orang Meninggal Dalam 24 Jam

"Kemarin mereka mengundang tanpa mengatur sif. Hanya misal pukul 08.00 - 15.00 WIB sore misalnya, tanpa membagi per sif itu berapa orang tidak dibagi. Jadi mereka hanya menyesuaikan jumlahnya terus dengan harapan masyarakat sudah sadar sendiri gitu. Ternyata mereka datangnya bersamaan sehingga terjadi kerumunan," imbuhnya.

Dengan demikian Helmi menyebutkan bila penyaluran bansos kepada masyarakat direncanakan mulai kembali pada Sabtu (30/7/2021). "Kemarin dan hari ini kita hentikan dulu untuk mengatur jadwal dan mendistribusikan undangannya," pungkasnya.