Vaksinasi Penyandang Disabilitas Dimulai Agustus, DIY Dapat Jatah 11.200 Kuota

Staf Khusus Presiden Angkie Yuditia (kanan) bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X saat memberikan keterangan pers di Kompleks Kepatihan pada Juni 2021 lalu. - Instagram/Setkab.
04 Agustus 2021 08:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Pusat akan menggulirkan program vaksinasi untuk penyandang disabilitas pada Agustus 2021 ini. Sebanyak 255.000 vaksin jenis Sinophram mulai digelontorkan ke daerah terutama di wilayah zona merah. DIY mendapatkan jatah sekitar 11.200 kuota vaksin.

Staf Khusus Presiden Angkie Yuditia menjelaskan ia sedang mengampanyekan disabilitas bisa vaksin yang merupakan bagian dari gerakan Indonesia Bisa. Gerakan ini digagas untuk menciptakan kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga terjadi sinergitas dalam upaya menghadirkan vaksin bagi disabilitas di Indonesia.

BACA JUGA : 4.089 Penyandang Disabilitas Kulonprogo Jadi Sasaran

Ia menambahkan saat ini ada 255.000 vaksin jenis sinopharm yang disalurkan ke-enam daerah oleh kementerian kesehatan. Terkait data penerima serta validasi warga disabilitas ia terus berkoordinasi dengan kementerian sosial serta kementerian dalam negeri.

“Kami juga melibatkan 98 komunitas disabilitas. Harapannya, vaksin ini bisa tepat sasaran kepada penyandang disabilitas, terutama enam daerah yang berada di zona merah,” terang dia dalam rilisnya Selasa (3/8/2021).

Angkie mengatakan rincian pelaksanaan lokasi program vaksinasi ini akan dilakukan pada Agustus 2021 ini di Provinsi Banten dengan jumlah 18.166 disabilitas, Provinsi Jawa Barat 60.824 disabilitas, Provinsi Jawa Tengah 69.840 disabilitas, DIY sebanyak 11.225 disabilitas, Provinsi Jatim 53.642 dan Provinsi Bali 11.309 penyandang disabilitas.

“Pelaksanaan vaksinisasi akan dilakukan bulan Agustus ini hingga Oktober mendatang. Kami harapkan dalam tiga bulan ini vaksin dosis pertama bisa disuntikkan kepada penerima yang merupakan penyandang disabilitas,” katanya.

BACA JUGA : Ribuan Penyandang Disabilitas Divaksin di Grab Vaccine

Ia menegaskan kelompok disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang rawan terpapar virus. Oleh karena itu harus menjadi prioritas dan terus diupayakan ketersediaan vaksin bagi disabilitas di seluruh Indonesia. Ia mengharapkan penyandang disabilitas memiliki imun yang baik, utamanya di masa pandemi ini, sehingga bisa meminimalisasi potensi keterwabahan virus covid 19.

“Kami berterimakasih kepada kementerian Kesehatan, yang memberi kepercayaan kepada kami untuk melakukan komunikasi lintas sektor terkait vaksin disabilitas. Ini dilakukan setelah Indonesia mendapat hibah 450.000 vaksin jenis sinopharm dari Raja Uni Emirat Arab,” katanya.