Investasi di Gunungkidul Serap 10.738 Orang Tenaga Kerja
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aji Styawan\r\n
Harianjogja.com, PLAYEN – Pemkab Gunungkidul memiliki dua selter untuk karantina bagi warga yang dinyatakan positif corona. Meski demikian, selter di Kalurahan Petir, Rongkop dan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen, Gunungkidul masih belum optimal.
Hal ini terlihat dari tingkat keterisian tempat karantina. Untuk selter Petir dari kapasitas 50 orang, hingga sekarang baru dimanfaatkan untuk 19 pasien positif. Sedangkan di selter Wanagama baru ada sembilan orang, padahal dari sisi kapasitas bisa menampung 50 orang.
BACA JUGA : Melanggar Prokes Akan Disanksi Kerja Sosial di Selter Covid-19
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, dua selter untuk penampungan pasien positif corona masih belum optimal karena tingkat keterisian masih dibawah kapasitas yang dimiliki. Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat warga enggan memanfaatkan tempat penampungan ini.
Salah satunya dikarenkan warga merasa lebih enak menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Kondisinya memang seperti itu. Meski sudah disiapkan selter, tapi ada yang tidak mau menempatinya,” kata Siwi kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).
Ia mengakui permsalahan ini menjadi tantangan yang harus dipecahkan. Pasalnya, pemantauan kesehatan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri tidak maksimal. Hal berbeda apabila warga mau menjalani isolasi di selter, pemantauan akan lebih intens karena ada petugas medis di lokasi yang ikut memberikan pengawasan.
BACA JUGA : Ini Rincian Daya Tampung Shelter Covid-19 di DIY
“Sudah banyak kasusnya. Ada warga yang baru ke rumah sakit saat kondisinya parah sehingga nyawanya tidak tertolong. Hal ini harus diantisipasi sehingga angka kematian bisa ditekan, salah satunya melalui isolasi di selter,” katanya.
Untuk memaksimalkan fasilitas ini, Siwi mengaku terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar mengoptimalkan petugas medis dalam upaya mobilisasi warga mau menjalani karantina di selter.
“Kami hanya menyiapkan lokasi penampungan. Sedangkn yang tau datanya di dinas kesehatan sehingga peran dari petugas medis sangat penting untuk memaksimalkan keberadaan selter,” katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, selter untuk karantina warga positif corona harus dimaksimalkan. Hal ini dibutuhkan agar upaya penanggulangan lebih dioptimalkan dan angka kematian akibat Covid-19 bisa ditekan.
“Masih banyak yang menjalani isolasi mandiri. Sebagai contoh di Wisma Wanagama dari kapasitas 50 orang, baru terisi sembilan warga yang dinyatakan positif,” katanya.
BACA JUGA : UGM Kembali Fungsikan Wanagama Untuk Selter
Dia mengungkapkan, pelaksanaan isolasi mandiri memang dibutuhkan karena lokasi penampungan yang masih terbatas. Namun demikian, pelaksanaannya juga memiliki risiko karena tingkat pengawasan berkurang, sedang di sisi lain juga berpotensi menularkan ke anggota keluarga yang lain.
“Harus dimaksimalkan. Kalau perlu dibuat tim penjemputan agar warga [khususnya yang bergejala] mau menempati selter sehingga pematauan kesehatannya lebih mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
BPBD Kabupaten Sleman telah mendistribusikan 45.000 liter air bersih kepada warga di dua kapanewon sepanjang 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 5 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 5 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Skandal kecurangan ujian PNS Thailand menyeret 5.814 pegawai negeri yang terancam diskors. Tiga tersangka telah ditangkap dalam kasus dugaan suap dan manipulasi
Harga BBM diesel naik? Simak 6 tips merawat mesin diesel agar tetap irit, bertenaga, dan terhindar dari kerusakan yang bisa meningkatkan biaya operasional.