Oksigen Gratis di Bantul Tak Hanya untuk Pasian Covid-19

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Rahmad
06 Agustus 2021 16:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan bantuan oksigen gratis dari sisa hasil produksi oksigen generator tidak hanya dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Warga Bantul yang memiliki riwayat penyakit asma dan jantung bisa mengakses oksigen gratis hasil olahan oksigen generator mulai pekan depan.

"Karena ini didedikasikan untuk masyarakat Bantul maka untuk pasien Covid-19 dan non-Covid-19 bisa mengaksesnya. Tapi harus dengan sepengetahuan Satgas Covid-19 tingkat Kalurahan," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, seusai launching oksigen generator di RS Panembahan Senopati Bantul, Jumat (6/8/2021).

Halim menyebutkan, saat ini pihaknya sedang menyusun teknis untuk penyaluran oksigen gratis dalam sebuah Peraturan Bupati Bantul (Perbub). Di mana, dalam Perbub yang direncakan selesai dibuat dalam beberapa hari terakhir, akan ada kejelasan mengenai lokasi pengambilan oksigen gratis dan mekanisme pengambilan.

BACA JUGA: Kasus Jual Beli Kios Kawasan Parkir Abu Bakar Ali Jogja Terungkap, Negara Rugi Rp4,1 Miliar

"Karena jika pengambilannya di RS dilarang, dan kami tidak ingin ada kerumunan. Nanti kami tempatkan di tempat lain, Salah satu alternatif tempatnya di rumah dinas bupati dinas. Dan, karena ini darurat. Kita bikin sesimpel mungkin dan bantuan ini harus tepat sasaran. Apalagi ini pengadaannya dari BTT APBD Bantul 2021," lanjut Halim.

Oleh karena itu, Halim mengungkapkan, pihaknya meminta kepada satgas Covid-19 kalurahan bisa memastikan dan melakukan verifikasi terkait dengan mereka yang bisa mengakses oksigen gratis tersebut. Satgas Covid-19 kalurahan tidak diperbolehkan memberikan akses kepada warga yang ingin menggunakan oksigen gratis untuk kebutuhan lain, selain penanganan Covid-19 dan kesehatan.

"Tidak boleh untuk ngelas dan perikanan. Ini untuk mengatasi kelangkaan oksigen.Karena kami berharap, pasien covid yang sedang dan berat serta saturasi turun bisa teratasi," harap Halim.

Mengenai kapasitas produksi dari oksigen generator, Halim menyebut dalam sehari mampu menghasilkan 30.000 liter oksigen per jam. Karena mesin hanya bisa digunakan selama 10 jam per hari, maka dalam sehari bisa menghasilkan 300.000 liter oksigen per hari.

"Atau 300 meter kibik per hari, minimal produksi oksigen dari oksigen generator ini," jelas Halim.

Direktur RS Panembahan Senopati I Wayan Marthana Widiana Kedel menjelaskan secara teknis oksigen generator ini mengambil oksigen di udara melalui beberapa mesin. Lewat mesin tersebut kemudian diproses, di mana gas-gas lain selain oksigen akan langsung dibuang ke udara. Sementara oksigen yang diambil tersebut akan dimasukkan ke tabung pemurnian dan pelembaban. Dari tabung pemurnian akan dilakukan sampai tahap diatas 90 persen.

"Ini sesuai dengan permenkes. Nah, alat kami sudah bisa sampai di atas 93 persen oksigen untuk pemurnian. Pelembaban juga diatur. Nantinya, hasil pemurnian dan pelembaban akan disalurkan ke tangki penampung dan disalurkan lagi ke sentral oksigen. Alat ini juga bisa menyalurkan oksigen ke tabung-tabung setinggi 6 meter," kata Wayan.

Lebih lanjut Wayan mengungkapkan, untuk pemenuhan total kebutuhan oksigen di RS Panembahan Senopati, dipastikan tidak bisa sepenuhnya diatasi oleh oksigen generator. Sebab, kebutuhan oksigen cair masih sangat dibutuhkan.

"Oleh karena itu, kami tetap kerja sama dengan Samator untuk kebutuhan oksigen liquid. Karena kalau untuk pasien Covid-19 tabung 6 liter hanya mampu untuk 1,5 jam saja," katanya.

Di sisi lain, Wayan, menyatakan saat ini sudah ada tren penurunan untuk pasien Covid-19, namun pihaknya mencatat untuk keterisian di ruang isolasi baik kritikal non kritikal tetap penuh. Hal ini diperlihatjan dengan berkurangnya antrean.

"Biasanya 10 sampai 15 tapi sekarang berkurang jadi 5. Tapi IGD tetap tertutup ya," ucap Wayan.