Personel Kopassus Diterjunkan Jadi Satgas Isoman di DIY

Personel Satgas Isoman saat mengevakuasi pasien Covid-19 ke selter yang dikelola oleh pemerintah belum lama ini. - Istimewa
07 Agustus 2021 19:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJATingginya angka kematian pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) membuat Pemda DIY mencari solusi dengan membentuk Satgas Isoman. Fokus kerja Satgas Isoman adalah memindahkan pasien Covid-19 yang tengah menjalani isoman di rumah ke selter yang dikelola oleh pemerintah agar terpantau secara saksama. Bagaimana kisah dan cerita petugas saat terlibat dalam evakuasi pasien isoman dan apa saja yang dialami di lapangan. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Yosef Leon.

Baskara tepat di atas kepala saat Sertu Hery bersama sejumlah rekannya yang lain bersiap menjalankan tugas.

Hari itu Minggu (1/8/2021) siang, dengan cuaca yang cukup terik dan embusan angin yang lemah, personel dari Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 Kandang Menjangan Kartosuro Solo itu tidak membawa senjata api layaknya mau terjun ke medan perang.

Justru alat pelindung diri (APD) yang dikenakan Sertu Hery dan sejawatnya. Perlengkapan itu dikenakan mereka karena Sertu Hery yang tergabung dalam Satgas Isoman harus memenuhi panggilan untuk mengevakuasi pasien isoman di daerah Gondomanan ke Selter Bener di Tegalrejo, Jogja. "Ada panggilan untuk melakukan evakuasi terhadap seorang wanita ibu rumah tangga salah satu warga Ngupasan, Kemantren Gondomanan," kata Sertu Hery.

Sertu Hery dan rekannya dari Kopassus Kandang Menjangan itu dalam beberapa hari terakhir memang cukup sibuk. Baru tiga hari diperbantukan sebagai Satgas Isoman, dirinya telah tujuh kali ikut serta mengevakuasi pasien Covid-19 ke selter. Tak ada yang salah, baginya tugas itu merupakan sebuah kehormatan. Keberanian dan partisipasi menurutnya sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. "Jujur tugas ini merupakan sebuah kehormatan. Sebuah kebanggaan dan ketulusan hati kami untuk membantu sesama. Karena dasar kerja kemanusiaan tidak bisa diukur dengan apapun. Kami hanya berharap warga yang dievakuasi segera sembuh," ucap Sertu Hery.

Sertu Hery berkisah bagaimana awal mula keterlibatannya dalam Satgas Isoman. Ia merupakan salah seorang yang ditunjuk untuk terlibat dalam Satgas itu. Satgas Isoman Pemda DIY sendiri dipimpin oleh Danrem 072/Pamungkas. Selanjutnya Kodim tiap-tiap wilayah akan membawahi sebuah selter yang dikelola oleh Pemda DIY.

"Komandan kami sudah berkoordinasi dengan Dandim 0734/Kota Jogja, dan kami diperintahkan dari Grup 2 Kopassus untuk melaksanakan perbantuan dalam rangka proses evakuasi pasien isoman," jelas dia.

Selama menjalani tugas, Sertu Hery mengaku tidak pernah mengalami kendala yang signifikan saat di lapangan. Semua persiapan dilakukan secara matang saat sebelum mengevakuasi pasien. Misalnya koordinasi antarpersonel dan juga peralatan yang memadai. Tak lupa, mereka juga dibekali dengan multivitamin dan asupan gizi agar kondisi senantiasa prima.

Sebelum bertugas, para personel mesti memastikan kondisi benar-benar fit. Setelah itu, pengecekan peralatan dilakukan seperti APD lengkap yang dalam kondisi bersih serta siap pakai, pemeriksaan kendaraan, penyemprotan disinfektan ke bagian dalam kendaraan, serta alamat rumah warga yang akan dievakuasi menuju selter. "Kami siap setiap saat ketika ada perintah tugas. Karena berakhirnya pandemi ini harus diperangi secara bersamaan," kata dia. 

Komandan Kodim 0734/Kota Jogja, Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana, menjelaskan dalam rangka mendukung penerapan PPKM Level 4 dan juga pengendalian Covid-19 mendapatkan tim BKO dari Grup 2/Kopassus untuk membantu melaksanakan evakuasi warga yang isoman untuk dibawa ke tempat Isolasi Terpusat (Isoter).

Upaya itu merupakan bakti dan juga telah tertera dalam UU RI No.34/2004 Pasal 7 ayat 2 poin b (OMSP) No.12 yaitu membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini TNI berperan langsung dalam ikut serta dalam percepatan penanggulangannya.

Dandim menyampaikan pasien yang positif Covid-19 akan dirawat dan menjalani isoman secara terpusat agar pasien dapat segera sembuh. Selain itu karantina tersebut juga bertujuan untuk mencegah penularan ke sesama warga.

"Evakuasi ke tempat selter ini adalah untuk memudahkan pemantauan dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di lingkungan pasien yang mana warga desa yang terkonfirmasi terus bertambah," ucapnya.

“Kami mengimbau kepada warga masyarakat yang melaksanakan isoman agar segera ke selter dan jangan takut jangan ragu di tempat isolasi terpusat semua kebutuhan dijamin baik dari pelayanan tenaga medis, makan, ruang tidur yang nyaman, kebersihan yang terjaga dan keamanan yang terjamin dan semuanya gratis," ujarnya.

Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan memastikan selter terpusat yang dikelola oleh pemerintah sangat layak dan memadai digunakan oleh para pasien Covid-19 yang akan menjalani isoman.

Ia mencontohkan selter yang berada di Asrama UNY. Selter itu memiliki 43 kamar untuk 86 orang yang terdiri dari lantai kesatu 13 kamar untuk 26 orang, lantai kedua 15 kamar untuk 30 orang, lantai ketiga 15 kamar untuk 30 orang. Khusus di lantai kesatu terdapat dua kamar untuk difabel.

"Pasien juga akan mendapatkan perawatan, pengawasan dan pemantauan dari tenaga kesehatan 1 x 24 jam agar kondisi kesehatan dapat segera puluh dan oandemi bisa dikendalikan,” ungkap Danrem.