Terbentur PPKM, Kegiatan Pentas Seni Hanya Berjalan Setengah dari Target

Pentas kesenian Gejog Lesung Mekar Becici dalam acara Gelar Seni Akhir Tahun secara virtual di Puncak Pinus, Becici, Muntuk, Dlingo, Senin (21/12/2020) malam. - Istimewa
07 Agustus 2021 10:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Adanya penerapan PPKM level IV dan perpanjangan PPKM level IV berdampak pada realisasi pentas seni yang digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul.

Dari 250 paket pentas yang direncanakan digelar di 2021, hingga awal Agustus baru separuhnya terlaksana.

Kepala Kundha Kabudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, keberadaan program pentas kesenian sejatinya digunakan untuk  mampu membantu para seniman di wilayahnya yang sepi pentas selama masa pandemi. 

BACA JUGA : Pandemi, Disbud Bantul Tetap Andalkan Pementasan Daring

Namun, karena adanya kebijakan perpanjangan PPKM Level IV maka pelaksanannya sementara dihentikan. Padahal sebelum PPKM level IV pihaknya mampu menggelar pentas daring sebanyak 21 kali dengan protokol kesehatan.

"Oleh karena itu, kami masih menunggu apakah akan ada pelonggaran. Karena selama penerapan PPKM level IV dan perpanjangan, praktis kami harus menunda pelaksanaan pentas daring," kata Nugroho, Jumat (6/8/2021).

Menurut Nugroho selama ini program pentas ini menggunakan alokasi anggaran dana keistimewaan. Anggaran rata-rata untuk sekali pentas sekitar Rp7 juta. Ada juga yang menelan anggaran Rp8 juta, disesuaikan dengan jumlah personel yang mementaskan kesenian.

Di sisi lain, Nugroho mengaku pihaknya sampai saat ini juga masih menunggu kejelasan bantuan sosial untuk seniman. Karena meski telah ada komunikasi dengan Dinas Kebudayaan DIY, namun belum ada kejelasan apakah akan ada bantuan.

BACA JUGA : Bantul Izinkan Pentas Seni Digelar di Hajatan

"Kami masih menunggu info selanjutnya. Memang banyak seniman yang curhat, rindu untuk pentas langsung juga," jelasnya.

Selain menunda pentas seni, Nugroho memastikan pihaknya menghentikan sebagian programnya, seperti  kunjungan museum. Padahal, kunjungan ini sempat dilakukan dengan harus mengganti target sasaran dari anak sekolah kepada guru dan kelompok masyarakat lainnya.

"Karena PPKM diperpanjang, maka program ini juga kami hentikan sementara," ucap Nugroho.