Pandemi, Disbud Bantul Tetap Andalkan Pementasan Daring

Ilustrasi pentas seni budaya - Istimewa
03 April 2021 05:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pada 2021, Kundha Kabudayan Bantul masih mengandalkan penyelenggaraan sejumlah agenda budaya secara daring. Meski sejumlah pentas bisa digelar secara terbatas, pertunjukkan daring masih terus berjalan

Kepala Kundha Kabudayan Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengatakan pertunjukan seni budaya daring sampai saat ini masih terus digelar. Hal itu dilakukan untuk tetap mewadahi seniman agar bisa tetap tampil di tengah pandemi Covid-19. "Pertunjukan seni budaya secara daring di Kantor Kundha Kabudayan Bantul," katanya, Jumat (2/4/2021).

Setiap pekan, sejumlah kelompok seni maupun seniman perorangan diundang untuk tampil. "Kami memiliki agenda pentas kesenian secara daring yang dilaksanakan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Untuk sekali pementasan satu kelompok waktunya sekitar 30 menit," ujarnya.

Menurut Nugroho, dengan segala keterbatasan jajarannya terus berupaya memfasilitasi seniman untuk tampil, meski di tengah pandemi. "Pada 2021 ini masih daring, termasuk gelar dua kali wayang kulit di Balai Kalurahan Sumberagung, dan Aula Manding yang digelar tanpa penonton. Untuk pementasan kami menyiarkan melalui kanal Youtube," ujarnya.

Dijelaskan Eko, sebenarnya pertunjukan seni budaya sudah boleh digelar. Hanya, ada pembatasan jumlah penonton yang harus ditaati. "Pentas seni budaya boleh digelar, tetapi penonton maksimal 25 persen dari kapasitas, kalau hajatan 50 persen atau paling banyak 100 orang. Jadi rekan-rekan seniman, pelaku seni khususnya untuk hiburan acara hajatan sudah diperbolehkan dengan batas-batas tertentu dan penerapan protokol kesehatan secara ketat," katanya.