Ajak Bangkit, Pengusaha Malioboro Gelar Aksi Penyalaan Lilin dan Doa Bersama

PPMAY gelar acara doa bersama lintas agama di Malioboro, Minggu (8/8/2021) - Ist/PPMAY
09 Agustus 2021 11:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) gelar doa bersama di Jalan Malioboro pada Minggu (8/8/2021) pukul 20.00 WIB.

Sebelum acara doa bersama, terlebih dahulu peserta menyalakan lilin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Doa bersama dengan 60 peserta ini diikuti enam agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Menurut Koordinator PPMAY, KRT Karyanto PurboHusudo, acara bertajuk Doa untuk Indonesia Bangkit sebagai penyemangat bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kembali semangat untuk bangkit kembali. Serta negara Indonesia bisa saling koordinasi antara pejabatnya, baik pusat dan daerah dalam menangani wabah virus Covid-19,” kata KRT Karyanto, Senin (9/8/2021).

Selain itu, melalui acara ini PPMAY berharap masyarakat dan pemerintah mendengar jeritan hati para pedagang di Malioboro. PPKM yang berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu menurunkan omzet toko-toko di kawasan Malioboro.

“Omzet toko-toko di Malioboro dan A Yani sudah hancur dampak PPKM yang sangat ketat. Sehingga kami susah sekali dan banyak yang tidak sanggup dalam menata usahanya,” kata KRT Karyanto.

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Gunungkidul Bakal Disuntik Vaksin Dosis Ketiga

“Sudah ada beberapa toko yang bertumbangan dan memutuskan hubungan kerja dengan stafnya.”

Para pedagang berharap ada kelonggaran untuk aktivitas di Malioboro. Salah satu pemimpin doa, Sodikin, berharap semua masyarakat, khususnya pedagang di Malioboro bisa melewati masa-masa sulit ini. Dia berharap pemerintah pusat maupun daerah bisa membuat kebijakan yang membawa solusi serta tidak merugikan banyak pihak.

"Kami minta pemerintah kalau buat kebijakan jangan merugikan salah satu pihak. Harus win-win solution," kata Sodikin yang juga Ketua 1 PPMAY. "Kami juga berharap PPKM tidak diperpanjang lagi."