Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp168,7 Miliar untuk Gaji PPPK 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp168,7 miliar untuk gaji PPPK 2026. BKAD memastikan pembayaran aman untuk lebih dari 4.000 pegawai.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah kelompok tani di Gunungkidul mendapatkan bantuan sebesar Rp5,6 miliar. Bantuan tersebut untuk memacu hasil produksi pertanian di lahan kering seluas 1.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, ada 40 kelompok tani yang mendapatkan bantuan program optimalisasi pertanian lahan kering di tahun ini. Total bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sebanyak Rp5,685 miliar.
“Masing-masing kelompok rata-rata mendapatkan Rp142,1 juta,” katanya, Rabu (11/8/2021).
Bambang menjelaskan bantuan diharapkan mampu mengoptimalisasikan produktivitas di lahan kering. Setiap kelompok diwajibkan mengolah lahan seluas 25 hektare. “Jadi optimalisasi lahan ada seluas 1.000 hektare di Gunungkidul. Mudah-mudahan bisa berjalan baik sehingga lahan yang awalnya kering bisa produktif sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani,” katanya.
Selama penggarapan, juga ada ketentuan yang harus dipatuhi petani. Sebagai contoh, lahan kering tak hanya untuk tanaman pangan tetapi harus disisakan untuk pengembangan tanaman hortikultura seluas sepuluh hektare.
Masing-masing kelompok memanfaatkan bantuan untuk sejumlah program mulai dari pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, irigasi air tanah hingga irigasi perpipaan.
“70% bantuan sudah tersalurkan dan sudah dikerjakan. Contohnya pembangunan dam parit di Kalitekuk, Kapanewon Semin. Ada juga pembangunan irigasi perpipaan di Kalurahan Kampung, Ngawen,” kata Bambang.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyambut baik program optimalisasi lahan kering yang diberikan ke petani di Bumi Handayani. Ia berharap, para petani dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya sehingga produktivitas lahan yang digarap dapat ditingkatkan.
“Harus bisa jadi solusi karena dengan bantuan ada bisa digunakan untuk sarana penyediaan air sehingga upaya pemeliharaan dapat berjalan dengan baik,” katanyanya.
Sunaryanta mengakui sektor pertanian merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani. Meski ada pandemi, sektor ini dapat tumbuh dengan baik di semester pertama 2021.
“Saya juga berharap ada regenerasi dengan munculnya petani milenial. Saya yakin dengan peran generasi muda, sektor pertanian akan lebih maju karena penggunaan peralatan yang modern sehingga hasilnya akan optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp168,7 miliar untuk gaji PPPK 2026. BKAD memastikan pembayaran aman untuk lebih dari 4.000 pegawai.
Menpar Widiyanti mendorong pariwisata berkelanjutan dan tangguh dalam Sidang UN Tourism Executive Council di Spanyol.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 13 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Pemkab Kulonprogo melanjutkan gerakan korve dengan membersihkan Pasar Jombokan. Kegiatan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.
Badan Geologi mempertahankan status Gunung Soputan Level II Waspada dan meminta masyarakat menjauhi radius 1,5 kilometer dari kawah.