Peserta Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah kelompok tani di Gunungkidul mendapatkan bantuan sebesar Rp5,6 miliar. Bantuan tersebut untuk memacu hasil produksi pertanian di lahan kering seluas 1.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, ada 40 kelompok tani yang mendapatkan bantuan program optimalisasi pertanian lahan kering di tahun ini. Total bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sebanyak Rp5,685 miliar.
“Masing-masing kelompok rata-rata mendapatkan Rp142,1 juta,” katanya, Rabu (11/8/2021).
Bambang menjelaskan bantuan diharapkan mampu mengoptimalisasikan produktivitas di lahan kering. Setiap kelompok diwajibkan mengolah lahan seluas 25 hektare. “Jadi optimalisasi lahan ada seluas 1.000 hektare di Gunungkidul. Mudah-mudahan bisa berjalan baik sehingga lahan yang awalnya kering bisa produktif sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani,” katanya.
Selama penggarapan, juga ada ketentuan yang harus dipatuhi petani. Sebagai contoh, lahan kering tak hanya untuk tanaman pangan tetapi harus disisakan untuk pengembangan tanaman hortikultura seluas sepuluh hektare.
Masing-masing kelompok memanfaatkan bantuan untuk sejumlah program mulai dari pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, irigasi air tanah hingga irigasi perpipaan.
“70% bantuan sudah tersalurkan dan sudah dikerjakan. Contohnya pembangunan dam parit di Kalitekuk, Kapanewon Semin. Ada juga pembangunan irigasi perpipaan di Kalurahan Kampung, Ngawen,” kata Bambang.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyambut baik program optimalisasi lahan kering yang diberikan ke petani di Bumi Handayani. Ia berharap, para petani dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya sehingga produktivitas lahan yang digarap dapat ditingkatkan.
“Harus bisa jadi solusi karena dengan bantuan ada bisa digunakan untuk sarana penyediaan air sehingga upaya pemeliharaan dapat berjalan dengan baik,” katanyanya.
Sunaryanta mengakui sektor pertanian merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani. Meski ada pandemi, sektor ini dapat tumbuh dengan baik di semester pertama 2021.
“Saya juga berharap ada regenerasi dengan munculnya petani milenial. Saya yakin dengan peran generasi muda, sektor pertanian akan lebih maju karena penggunaan peralatan yang modern sehingga hasilnya akan optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia! 1.588 Perempuan Senam Penthul Tembem di Nglanggeran
Fahri Hamzah dan Sri Sultan HB X membahas penataan kota DIY, penyediaan hunian terjangkau, serta pengembangan kawasan permukiman di masa depan.
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menemukan dugaan penyalahgunaan jalur mutasi hingga praktik menumpang kartu keluarga (KK) dalam pelaksanaan Si
DKPP Bantul mengandalkan lebih dari 4.000 pompa irigasi dan tambahan 160 unit pompa untuk menjaga pasokan air sawah selama musim kemarau 2026.