86 Kelompok Mahasiswa UII Berlomba Raih Prestasi di PKM

Logo PKM Corner Universitas Islam Indonesia. - pkmcorner.uii.ac.id
16 Agustus 2021 17:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). Dari sekitar 500-an, ada 86 proposal atau kelompok yang berhasil lolos.

Arif Fajar Wibisono selaku Kepala Divisi Pembinaan Prestasi, Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII menjelaskan untuk 2021, total pendanaan yang diterima UII masuk peringkat dua besar nasional untuk kategori Universitas Swasta. “Kalau di Jogja kita nomor satu [Universitas Swasta dengan pendanaan terbesar[. Untuk 86 kelompok itu, total pendanaan yang diterima Rp716.582.000,” kata Arif saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (16/8/2021).

Ia menjelaskan PKM menjadi ajang eksistensi kreativitas mahasiswa yang sudah lama berjalan. Di sini, mahasiswa dituntut untuk menciptakan karya yang kreatif, dapat berkolaborasi dengan mahasiswa lain, menjalani seleksi yang ketat, dan berusaha menjadi yang terbaik.

Setiap kelompok terdiri 3-5 mahasiswa dan didampingi oleh dosen pembimbing. Masing-masing kelompok menciptakan karya sesuai bidang yang dipilih. Antara lain PKM Bidang Riset, Bidang Kewirausahaan, Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, Bidang Penerapan Iptek, dan PKM Bidang Karsa Cipta.

Untuk mendukung para mahasiswa tersebut, UII memiliki unit bernama PKM Corner di bawah Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan. Unit ini bertugas mengoptimalkan jalannya PKM, salah satunya dengan keberadaan dosen pembimbing. “PKM Corner ini menjadi nahkodanya,” kata Arif.

Menurut Arif, banyak kendala yang dihadapi selama dua tahun terakhir ini. Salah satunya anggota kelompok sulit bertemu karena pandemi Covid-19. “Tahun lalu konsep bimbingannya online semua jadi susah koordinasi, mahasiswa juga kesulitan mau riset di kampus karena ada batasan penggunaan laboratorium. Akhirnya semua banyak lewat daring,” katanya.

Sementara tahun ini, di saat Kemendikbud-Rsitek mengizinkan mahasiswa melakukan pertemuan online maupun offline, justru ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. “Pas diberlakukan PPKM Darurat, pas mahasiswa waktunya melakukan uji produk dan riset,” kata dia. Namun kendala itu dapat teratasi dan semua kelompok dapat menyelesaikan PKM dengan baik.

UII tidak pernah absen mengikuti ajang PKM tersebut, bahkan pada 2020 lalu berhasil mengantongi medali emas. “Target tahun ini kita kembali berusaha mendapatkan emas.