Jumlah Sampel yang Diperiksa Menurun, Kasus Covid-19 di DIY Ikut Melorot

Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Agustus 2021 18:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan kasus Covid-19 harian terendah dari sisi jumlah sejak 58 hari atau nyaris dua bulan terakhir pada Senin (16/8/2021), yakni di angka penambahan 702 kasus. Namun angka positivity rate masih di atas 20%.

Berdasarkan catatan Harianjogja.com, angka 702 kasus merupakan angka harian terendah selama 58 hari terakhir. Di bawah angka tersebut, DIY pernah mencatatkan pada penambahan 638 kasus harian pada 19 Juni 2021 atau dua bulan lalu. Setelah itu rata-rata kasus harian mencapai angka di atas 1.000. DIY pernah mencatatkan angka penambahan 733 Senin (9/8/201) pekan lalu.

Namun, melorotnya jumlah angka harian pada Senin (16/8/2021) itu seiring meorostnya jumlah sampel Covid-19 yang diperiksa. Pada Senin ini, total sampel yang diperiksa hanya 3.027 orang, sehingga angka positivity rate atau persentase jumlah orang yang terinfeksi dibandingkan total sampel yang diperiksa sebanyak 23,1%.

Bila dibandingkan dengan rata-rata jumlah sampel harian Covid-19 hari-hari sebelumnya, jumlah tersebut sangat rendah. Pada pekan lalu misalnya sampel yang diperiksa mencapai rata-rata hingga 5.000-an orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan pada Senin (16/8/2021) penambahan terkonfirmasi positif ada 702 kasus sehingga total menjadi 139.160 kasus.

BACA JUGA: Ini Isi Pidato Lengkap RUU APBN 2022 dan Nota Keuangan dari Presiden Jokowi

“Penambahan pasien sembuh sebanyak 1.181 kasus, sehingga total sembuh menjadi 108.641 kasus. Kemudian pasien meninggal sebanyak 36 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 4.326 kasus,” katanya Senin (16/8/2021).

Penambahan kasus positif itu berasal dari Bantul 257 kasus, Sleman 217 kasus, Kota Jogja 123 kasus, Gunungkidul 57 kasus dan Kulonprogo ada 48 kasus. Sedangkan untuk pasien meninggal tercatat dari Sleman 12 kasus, Bantul 11 kasus, Gunungkidul tujuh kasus, Kota Jogja dan Kulonprogo masing-masing menambahkan tiga kasus kematian.

“Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah, berasal Kota Jogja 125 kasus, Bantul 509 kasus, Kulonprogo 104 kasus, Gunungkidul 250 kasus dan Sleman 193 kasus,” ujarnya.