Harian Jogja Raih Media Brand Awards 2026 Kategori Media Lokal Terbaik
Harian Jogja meraih Media Brand Awards 2026 kategori Media Lokal Terbaik dari SPS, mempertegas komitmen menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X belum merekomendasikan kepada warga sekitar lereng Merapi untuk mengungsi seiring adanya peningkatan jarak luncuran awan panas Merapi.
Sultan HB X mengatakan aktivitas Merapi yang terjadi saat ini merupakan hal yang biasa dan dampaknya erupsi seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi tersebut tidak mengarah ke wilayah DIY.
“Merapi memang aktivitasnya begini, dampaknya ya memang erupsi aja, gitu kan. Kalau sampai debunya [abu vulkanik] anginnya ke sana aja [utara],” kata Sultan usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD DIY, Senin (16/8/2021).
Oleh karena itu, Sultan belum merekomendasikan kepada masyarakat untuk melakukan pengungsian. HB X memprediksikan dampak erupsi Merapi hanya terjadi dalam jarak dekat. Namun ia tetap menunggu informasi resmi dari BPPTKG.
BACA JUGA: Ini Isi Pidato Lengkap RUU APBN 2022 dan Nota Keuangan dari Presiden Jokowi
“Belum [untuk] pengungsian, saya kira masyarakat belum akan meninggalkan tempat, karena memang kalau perkiraan saya hanya sekitar situ [area lereng terdekat Merapi] saja. Dari BPPTKG ada, kami menunggu dari sana,” ucapnya.
Sebelumnya Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitasnya pada Senin (16/8/2021) pagi. Awan panas guguran terjadi pukul 05.53 WIB dengan durasi 286 detik dengan jarak luncuran material mencapai 3,5 kilometer dari puncak.
Jarak luncur ini tergolong paling panjang yang terjadi selama beberapa pekan terakhir. Awan panas itu terjadi dengan durasi lebih dari empat menit tersebut dengan tinggi kolom mencapai 600 meter dari puncak. Adapun luncuran material mengarah ke barat daya.
“Awanpanas guguran #Merapi tanggal 16 Agustus 2021 pukul 5.53 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 m dari puncak. Jarak luncur 3.500 m ke arah barat daya,” tulis akun twitter resmi BPPTKG, Senin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harian Jogja meraih Media Brand Awards 2026 kategori Media Lokal Terbaik dari SPS, mempertegas komitmen menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Pameran Jejak Warna di GIK UGM menghadirkan 46 karya dari 32 seniman neurodivergen dan mendorong ruang seni yang inklusif.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Putra petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, menjadi lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.