Luncuran Awan Panas Merapi Makin Jauh, Begini Kata Sultan HB X

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
16 Agustus 2021 19:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X belum merekomendasikan kepada warga sekitar lereng Merapi untuk mengungsi seiring adanya peningkatan jarak luncuran awan panas Merapi.

Sultan HB X mengatakan aktivitas Merapi yang terjadi saat ini merupakan hal yang biasa dan dampaknya erupsi seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Di sisi lain abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi tersebut tidak mengarah ke wilayah DIY.

“Merapi memang aktivitasnya begini, dampaknya ya memang erupsi aja, gitu kan. Kalau sampai debunya [abu vulkanik] anginnya ke sana aja [utara],” kata Sultan usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD DIY, Senin (16/8/2021).

Oleh karena itu, Sultan belum merekomendasikan kepada masyarakat untuk melakukan pengungsian. HB X memprediksikan dampak erupsi Merapi hanya terjadi dalam jarak dekat. Namun ia tetap menunggu informasi resmi dari BPPTKG.

BACA JUGA: Ini Isi Pidato Lengkap RUU APBN 2022 dan Nota Keuangan dari Presiden Jokowi

“Belum [untuk] pengungsian, saya kira masyarakat belum akan meninggalkan tempat, karena memang kalau perkiraan saya hanya sekitar situ [area lereng terdekat Merapi] saja. Dari BPPTKG ada, kami menunggu dari sana,” ucapnya.

Sebelumnya Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitasnya pada Senin (16/8/2021) pagi. Awan panas guguran terjadi pukul 05.53 WIB dengan durasi 286 detik dengan jarak luncuran material mencapai 3,5 kilometer dari puncak.

Jarak luncur ini tergolong paling panjang yang terjadi selama beberapa pekan terakhir. Awan panas itu terjadi dengan durasi lebih dari empat menit tersebut dengan tinggi kolom mencapai 600 meter dari puncak. Adapun luncuran material mengarah ke barat daya.

“Awanpanas guguran #Merapi tanggal 16 Agustus 2021 pukul 5.53 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 m dari puncak. Jarak luncur 3.500 m ke arah barat daya,” tulis akun twitter resmi BPPTKG, Senin.