Pekerja Sudah Divaksin, Hiswana Migas DIY Tetap Ingatkan Prokes

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap pekerja sektor migas dan keluarganya, belum lama ini. - Ist
17 Agustus 2021 05:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Program vaksinasi Covid-19 terus dikebut demi tercapainya kekebalan komunal atau herd immunity. Berbagai bidang turut serta menyukseskan program tersebut, salah satunya dari kalangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Sebanyak 1.500 pekerja di sektor migas di Sleman bersama keluarga menjalani vaksinasi Covid 19 dosis pertama di SPBU Ambarketawang, Jumat (13/8/2021) lalu.

Ketua Dewan Pertimbangan Hiswana Migas DIY Siswanto mengatakan pekerja di sektor pendistribusian migas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sangat membutuhkan perlindungan dari wabah Covid-19 yakni dengan vaksinasi. Kendati demikian, Hiswana Migas tetap meminta para pekerja untuk mematuhi protokol kesehatan meski sudah disuntik vaksin.

“Menjalankan prokes adalah keharusan. Sejak awal Covid-19 kami sudah memerintahkan kru atau operator untuk selalu ketat prokes. Di SPBU atau agen-agen LPG dan SPBE harus ada wastafel dan sabun,” kata Siswanto kepada Harianjogja.com, Senin (16/8/2021).

Arianto Subarjo selaku Ketua Hiswana Migas DIY mengungkapkan pekerja migas adalah garda terdepan sebagai pelayan energi sehingga sangat membutuhkan vaksinasi Covid-19. “Yang di mana risiko terpapar Covid 19 tersebut cukup besar dibandingkan dengan sektor lainnya, oleh karena itu mengapa vaksinasi harus dilakukan untuk para pekerja migas,” tambahnya.

Baca juga: Genjot Vaksinasi Massal, Pemkot Jogja Libatkan Pemeirntah Kecamatan hingga Kelurahan

Pelaksanaan vaksinasi tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Sleman Kustini SP. Ia menyambut baik program vaksinasi yang dilakukan untuk karyawan di bidang migas dan anggota keluarganya tersebut.

Dengan target 15.000 vaksinasi per hari, Kustini berharap vaksinasi di Kabupaten Sleman mencapai 90%-100% menjelang akhir tahun 2021. “Dengan Gerakan vaksinasi yang ditargetkan sebanyak 15.000 per hari ini dapat mencakup semua kalangan. Baik dari pekerja swasta, pengusaha, dan masyarakat biasa, mulai dari ketua RW atau RT mendata masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi,” kata Kustini.

Kustini juga menyampaikan terima kasih kepada Polda DIY dan RS Bhayangkara yang telah bekerja sama dalam membantu menjalankan vaksinasi untuk Hiswana Migas Jogja. Ia mengimbau agar masyarakat dapat mengikuti vaksinasi karena hal tersebut dapat membantu upaya pemerintah menekan kasus kenaikan Covid-19 yang ada di Sleman.