Kasus Positif Covid-19 di DIY Melandai, Level PPKM Bakal Turun?

Ilustrasi. - Freepik
18 Agustus 2021 21:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyatakan penurunan kasus positif Covid-19 yang terjadi selama beberapa pekan terakhir merupakan dampak dari pemberlakuan PPKM Level 4.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, pemberlakuan PPKM Level 4 di DIY memberikan dampak terhadap penurunan kasus harian Covid-19.

“Kemungkinan juga demikian [penurunan kasus karena pemberlakuan PPKM Level4], tetapi mestinya juga kita lihat dari berbagai faktor ya,” katanya, Rabu (18/8/2021).

Meski demikian, lanjut Berty, meski pun kasus di DIY terus menurun saat perpanjangan PPKM Level 4 bukan berarti langsung bisa turun ke level 3 pada PPKM berikutnya. Karena penilaian mempertimbangkan banyak faktor.

“Belum tentu [langsung bisa turun ke level 3]. Karena penilaian berbasis wilayah kabupaten kota, dengan indikator tidak hanya jumlah kasus,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Longgarkan Penyekatan di Sejumlah Ruas Jalan

Pemerintah Pusat menetapkan wilayah aglomerasi yang saling berdekatan antar provinsi disamaratakan pada status PPKM Level 4. Tak terkecuali DIY yang berbatasan dengan Magelang dan Klaten yang sama-sama berada di level 4. Hal ini karena wilayah tersebut berada dalam satu aglomerasi sehingga tingkat mobilitas masyarakat tinggi.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan PPKM Level 4 berkontribusi besar terhadap penurunan kasus aktif di daerah. Sehingga langkah perpanjangan PPKM perlu dimaksimalkan.

“PPKM berkontribusi besar terhadap kasus aktif di daerah, masih bisa dioptimalkan sehingga langkahnya masih ada perpanjangan PPKM Level 4, tetapi ada perubahan terkait dengan ekonomi juga dilakukan oleh pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan DIY sebagai wilayah aglomerasi sehingga mengikuti daerah perbatasan yang juga sama-sama berada di PPKM level 4. Jika tidak maka dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru.

“DIY sebagai wilayah aglomerasi ya harus mengikuti itu kalau kita tidak mengikuti. Karena aglomerasinya di DIY sangat berdekatan dengan wilayah sekitar, bukan hanya DIY saja tetapi sampai Jawa Tengah, sehingga supaya tidak terjadi klaster. Mobilitas antar wilayahnya sangat tinggi,” ucapnya.