Aplikasi Gotalty Meringankan Masalah selama Pembelajaran Daring

Tampilan dari aplikasi GOTALTY - Ist
19 Agustus 2021 20:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pandemi Covid-19 tidak dimungkiri bisa mengganggu mental anak dalam belajar. Paham akan hal itu, lima mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kemudian mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “Go Mental Healthy Layanan Kesehatan Mental Berbasis Mobile App untuk Mengatasi Permasalahan dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19”.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Umi Ba'dingatul Latifah, Atni Dwi Hasmara Yekti, Tiyas Akbar Wahyu Satria, dan Mellysa Yulinar dari Pendidikan Kimia/FMIPA serta Viona Rizqy Ananda dari Prodi Psikologi/FPSB. Adapun penelitian dibimbing oleh dosen Shubhi Mahmashony Harimurti, S.S., M.A pada periode Juni-September 2021.

Menurut Atni Dwi Hasmara, salah satu kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dalam sektor pendidikan saat pandemi Covid-19 ini adalah dengan diubahnya metode pembelajaran luar jaringan menjadi dalam jaringan. SMA Negeri 1 Cangkringan menjadi salah satu sekolah yang merespon kebijakan tersebut. Sekolah yang terletak di Jl. Raya Merapi Golf No.3 Dusun Bedoyo, Kalurahan Wukirsari, Kepanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini telah melaksanakan pembelajaran daring secara penuh kepada siswa-siswanya sejak kebijakan baru tersebut muncul.

Pembelajaran daring sendiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya. Diantaranya, kelebihan yang paling menonjol ada fleksibilitas waktu dan lokasi. Akan tetapi di samping itu banyak kendala dan keluhan yang kami temukan pada siswa SMA Negeri 1 Cangkringan diantaranya keharusan untuk belajar secara mandiri, tuntutan berkonsentrasi yang lebih banyak dalam proses pembelajaran daring, kendala sinyal yang menyebabkan suara guru tidak terdengar jelas, lelah dengan tugas yang menumpuk, tekanan dari orang tua, dan pembengkakan biaya kuota internet membuat siswa rentan stres dengan kehidupan akademiknya.

“Hal tersebut sesuai dengan pendapat Bariyyah (2013) dan Rahmawati (2017) yang menyatakan bahwa sumber stres akademik diantaranya karena tuntunan naik kelas, menyelesaikan banyak tugas, mendapatkan nilai yang tinggi, kecemasan terhadap ujian, dan tuntutan untuk mengatur waktu belajar. Stres akademik ini juga berkaitan dengan kondisi kesehatan mental seperti yang dinyatakan Suharsono dan Anwar (2020) bahwa dalam sisi psikologis stres merupakan suatu gangguan mental pada seseorang yang diakibatkan oleh tekanan yang berasal dari luar maupun dalam dirinya sendiri,” papar Atni Dwi Hasmara.

Dengan adanya permasalahan tersebut, lanjut Tiyas Akbar Wahyu Satria, kelompok mengembangkan sebuah Aplikasi yang dapat digunakan sebagai media mentoring dan psikoedukasi yaitu Aplikasi Gotalty. Aplikasi ini merupakan program layanan kesehatan mental berbasis android yang dapat digunakan minimal pada android versi 6 (marshmallow).

“Aplikasi ini dibuat untuk membantu siswa dalam menjaga keseimbangan antara kondisi psikologis dan kondisi akademik selama proses pembelajaran. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk menyampaikan keluh kesah siswa selama proses pembelajaran dan dapat digunakan sebagai sarana tenaga pendidik untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran khususnya dalam kondisi daring,” tutur Tuyas Akbar.

Aplikasi Gotalty memuat 4 fitur utama yaitu video motivasi, artikel psikologi, mentoring dan buku harian. Video motivasi berisikan kata motivasi yang disertai dengan gambar atau foto dari fitur ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para pengguna. Fitur kedua adalah artikel psikologi, fitur ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan psikoedukasi yang berkaitan dengan topik kesehatan mental kepada pengguna dalam bentuk artikel berdasarkan referensi berbagai sumber seperti jurnal penelitian.
Fitur yang ketiga adalah mentoring, dari fitur ini pengguna dapat melakukan konseling secara langsung kepada konselor dalam aplikasi Gotalty dengan cara bertukar pesan. Dengan fitur mentoring ini diharapkan pengguna dapat menceritakan permasalahan yang dihadapi dan mendapatkan solusi dari konselor apabila dibutuhkan. Fitur yang terakhir adalah buku harian, pengguna dapat menuangkan cerita atau peristiwa yang dialami setiap harinya ke dalam fitur ini.

“Dengan adanya fitur ini diharapkan pengguna lebih leluasa dalam menceritakan keluh kesahnya jika kurang berkenan menggunakan fitur mentoring,” jelas Umi Ba'dingatul Latifah.

Untuk prosesnya, kelompok melakukan diskusi bersama dosen, kemudian berkoordinasi bersama mitra program pengabdian masyarakat yang telah ditentukan. Selanjutnya melakukan pengembangan aplikasi Gotalty sebagai solusi yang kelompok berikan kepada mitra program. Setelah itu sosialisasi penggunaan aplikasi Gotalty melalui Zoom, dilanjutkan dengan penggunaan aplikasi Gotalty, dan monitoring.

Mitra program melakukan instalasi dan menggunakan aplikasi Gotalty sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi. Penggunaan aplikasi Gotalty dilakukan selama 3 minggu. Selama masa penggunaan aplikasi Gotalty, kami melakukan monitoring untuk mengetahui perkembangan mitra program. “Setelah penggunaan selesai selama 3 minggu maka kami melakukan evaluasi dengan cara menyebarkan posttest kepada mitra program untuk mengetahui dampak penggunaan dari aplikasi gotalty dalam mengatasi permasalahan yang mereka alami selama pembelajaran daring” tutur Mellysa Yulinar.

Menurut paparan kelompok, tanggapan dari siswa SMA Negeri 1 Cangkringan sangat baik. Mereka antusias dalam menggunakan aplikasi Gotalty yang dibuktikan dengan keikutsertaan 77 siswa dalam kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi Gotalty. Selain itu, hasil post-test menunjukkan bahwa sebanyak 96% siswa merasa aplikasi Gotalty dapat membantu meringankan keresahan dan kegelisahan terhadap permasalahan yang dihadapi selama pembelajaran daring dan sebanyak 74% siswa merasa pengetahuan mereka terhadap kesehatan mental bertambah.

“Kesimpulannya Aplikasi Gotalty dapat membantu meringankan permasalahan selama pembelajaran daring,” kata Viona Rizqy Ananda. (ADV)