Mobil Listrik Bisa Bikin Mabuk Perjalanan? Ini Penyebabnya
Studi ungkap mobil listrik lebih rentan picu mabuk perjalanan. Simak penyebab dari pengereman regeneratif hingga layar besar dan cara mengatasinya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogoja.com, BANTUL-- Sebanyak 3.000 penyandang disabilitas (difabel) di Bantul mulai divaksin, Kamis (19/8/2021). Berbeda dengan kelompok lain, para difabel ini mendapatkan vaksin Sinophram.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan di Bantul ada 6.000 difabel. Namun dari jumlah tersebut yang bisa menerima vaksin bernama BBIBP-CorV dikembangkan oleh The Beijing Institute of Biological Products dengan bekerja sama dengan perusahaan milik negara China, Sinopharm ini hanya 50 persen.
"Karena sasarannya untuk umur 18 tahun ke atas," kata Halim usai vaksinasi di Kantor Dinkes Bantul, Kamis (19/8/2021).
Lebih lanjut Halim mengatakan, vaksinasi untuk difabel tidak hanya digelar Kamis (19/8/2021) di Kantor Dinkes Bantul dengan jumlah sasaran 445 orang, namun juga dilakukan di hari lain dan tempat berbeda. Vaksinasi terhadap difabel juga dilakukan untuk 500 orang di SLB Manding, Jumat (20/8/2021) dan rumah sakit rehabilitasi medik Pundong.
"Karena sampai hari ini kita baru mendapatkan suplai Sinophram sebanyak 1.430 dosis. Untuk dosis pertama dan inshaallah dalam 3 hari ini bisa habis," lanjut Halim.
BACA JUGA: Simak, Ini 10 Benda di Rumah yang Rentan Tularkan Virus karena Sering Disentuh
Terkait dengan kekurangan 1.570 dosis Sinophram, Halim menyatakan sebelum 1.430 dosis Sinophram yang diterima habis, Pemkab Bantul akan mengajukan permintaan vaksin Sinophram ke Pemda DIY.
"Karena untuk penyandang disabilitas ini kami target September selesai vaksinasinya, apalagi sasaran hanya 3.000 orang," papar Halim.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Bud Raharja mengatakan, penyuntikan vaksin Sinophram ke difabel sudah sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Pusat.
Di mana untuk difabel berusia di atas 18 tahun, vaksinasi menggunakan Shinopram. Sedangkan untuk difabel berusia 12 hingga 18 tahun vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac.
"Ini ketentuan pemerintah, mungkin terkait uji klinis untuk Sinophram 18 tahun ke atas. Kita tinggal melaksanakan saja," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi ungkap mobil listrik lebih rentan picu mabuk perjalanan. Simak penyebab dari pengereman regeneratif hingga layar besar dan cara mengatasinya.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.