Prediksi Malut United vs Persita: Laskar Kie Raha Diunggulkan Menang
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahan secara simbolis 150 paket buah-buahan kepada Kalurahan Tridadi untuk warga yang menjalani isolasi mandiri, Kamis (19/8/2021). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Berbagai upaya dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membantu petani menghadapi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan fasilitasi pembelian produk hortikultura melalui Gerakan Gelar Buah Nusantara (GBN) 2021.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono mengatakan kegiatan GBN pada Agustus ini digelar baik di tingkat nasional maupun daerah. Kegiatan GBN, katanya, merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan daya saing dan konsumsi buah yang dibutuhkan masyarakat.
"Sektor pertanian menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi di saat pandemi Covid-19. Dalam kondisi pandemi ini konsumsi buah bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan," katanya, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Pemkab Sleman Siapkan Skenario Mal Beroperasi secara Terbatas
Kegiatan GBN tahun ini, lanjutnya, diarahkan untuk membeli buah-buahan hasil produksi petani di Sleman yang di masa pandemi masih dapat berproduksi dengan baik. Sleman, katanya, memiliki beberapa komoditas buah-buahan nusantara lokal yang menjadi unggulan. Di antaranya, salak pondoh, kelengkeng, belimbing dan jambu.
Dia berharap keberagaman potensi produk buah-buahan di Sleman dapat meningkatkan konsumsi buah masyarakat. Sebab rata-rata konsumsi buah di Sleman berdasarkan angka sementara saat ini sebesar 87 gram/kapita/hari. "Angka konsumsi ini masih di bawah batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari," katanya.
Gerakan ini, ditandai dengan penyerahan secara simbolis sebanyak 150 paket buah-buahan kepada Kalurahan Tridadi untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. Paket buah-buahan juga diberikan kepada tenaga kesehatan di RSUD Sleman dan RSUD Prambanan. Paket buah-buahan beserta bahan pendukung kesehatan juga disalurkan untuk Panti Asuhan Khodijah.
Baca juga: Tingkat Kekerasan di Sleman Tertinggi, Penegak Hukum Dinilai Lamban
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap gerakan ini dapat membantu terserapnya produk buah hasil panen petani dan membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi. "Hasil pembelian buah-buahan tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi, masyarakat yang tengah mengalami Isolasi mandiri, tenaga kesehatan serta keluarga miskin lainnya agar dapat memenui gizinya," katanya.
Menurutnya, GBN bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi buah lokal dan kesejahteraan petani yang terdampak untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional serta peningkatan kesehatan masyarakat.
Kepedulian ini diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan yang nantinya menjadi sebuah penggerak bagi semua pihak dalam dalam bahu membahu untuk penanganan pandemik Covid 19.
"Jadi (bantuan) tidak hanya berasal dari pemerintah saja. Saya juga berharap bantuan ini dapat menjadi Gerakan kemanusiaan untuk saling menolong, terlebih di masa pandemic covid 19 ini," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.