Buah-buahan Hasil Pertanian Sleman Dibagikan pada Warga Terdampak Pandemi

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahan secara simbolis 150 paket buah-buahan kepada Kalurahan Tridadi untuk warga yang menjalani isolasi mandiri, Kamis (19/8/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
20 Agustus 2021 03:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Berbagai upaya dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membantu petani menghadapi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan fasilitasi pembelian produk hortikultura melalui Gerakan Gelar Buah Nusantara (GBN) 2021.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suparmono mengatakan kegiatan GBN pada Agustus ini digelar baik di tingkat nasional maupun daerah. Kegiatan GBN, katanya, merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan daya saing dan konsumsi buah yang dibutuhkan masyarakat.

"Sektor pertanian menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi di saat pandemi Covid-19. Dalam kondisi pandemi ini konsumsi buah bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan," katanya, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Pemkab Sleman Siapkan Skenario Mal Beroperasi secara Terbatas

Kegiatan GBN tahun ini, lanjutnya, diarahkan untuk membeli buah-buahan hasil produksi petani di Sleman yang di masa pandemi masih dapat berproduksi dengan baik. Sleman, katanya, memiliki beberapa komoditas buah-buahan nusantara lokal yang menjadi unggulan. Di antaranya, salak pondoh, kelengkeng, belimbing dan jambu.

Dia berharap keberagaman potensi produk buah-buahan di Sleman dapat meningkatkan konsumsi buah masyarakat. Sebab rata-rata konsumsi buah di Sleman berdasarkan angka sementara saat ini sebesar 87 gram/kapita/hari. "Angka konsumsi ini masih di bawah batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari," katanya.

Gerakan ini, ditandai dengan penyerahan secara simbolis sebanyak 150 paket buah-buahan kepada Kalurahan Tridadi untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. Paket buah-buahan juga diberikan kepada tenaga kesehatan di RSUD Sleman dan RSUD Prambanan. Paket buah-buahan beserta bahan pendukung kesehatan juga disalurkan untuk Panti Asuhan Khodijah.

Baca juga: Tingkat Kekerasan di Sleman Tertinggi, Penegak Hukum Dinilai Lamban

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap gerakan ini dapat membantu terserapnya produk buah hasil panen petani dan membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi. "Hasil pembelian buah-buahan tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi, masyarakat yang tengah mengalami Isolasi mandiri, tenaga kesehatan serta keluarga miskin lainnya agar dapat memenui gizinya," katanya.

Menurutnya, GBN bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi buah lokal dan kesejahteraan petani yang terdampak untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional serta peningkatan kesehatan masyarakat.

Kepedulian ini diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan yang nantinya menjadi sebuah penggerak bagi semua pihak dalam dalam bahu membahu untuk penanganan pandemik Covid 19.

"Jadi (bantuan) tidak hanya berasal dari pemerintah saja. Saya juga berharap bantuan ini dapat menjadi Gerakan kemanusiaan untuk saling menolong, terlebih di masa pandemic covid 19 ini," kata Kustini.