Hadapi Porda 2027, Gunungkidul Mulai Pemusatan Latihan Atlet
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September. BPBD Gunungkidul mengimbu kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih.
Kepala BPBD Gunungkidul,Edy Basuki mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut puncak musim kemarau akan terjadi pada September. Upaya antisipas telah dilakukan dengan pendataan terhadap potensi daerah rawan kering di Bumi Handayani.
BACA JUGA: Pemerintah Buka Peluang Vaksin Booster Berbayar Awal 2022, Ini Harganya
Hingga akhir Agustus ini, sudah ada sepuluh kapanewon dengan jumlah warga terdampak sebanyak 99.559 jiwa. Diperkirakan jumlah ini akan meluas karena dari 18 kapanewon, hanya Kapanewon Karangmojo dan Playen yang diprediksi terbebas dari masalah krisis air.
Adapun 15 kapanewon lainnya meliputi Girisubo, Rongkop, Paliyan, Tepus, Panggang, Semin, Tanjungsari, Wonosari, Patuk, Saptosari, Nglipar, Ngawen, Gedangsari, Semanu, Purwosari dan Ponjong akan terkena dampak dari musim kemarau. Hasil dari pendataan ada sekitar 127.404 jiwa di 64 kalurahan berpotensi mengalami krisis air bersih.
“Untuk droping terus kami lakukan dengan target 20 tangki air yang disalurkan ke masyarakat setiap harinya,” kata Edy, Jumat (27/8/2021).
Menurut dia, pada saat memasuki puncak musim kemarau, warga terdampak akan semakin banyak. Oleh karenanya, Edy mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan air sehingga tidak terbuang percuma. “Gunakan sewajarnya dan tidak perlu dibuang-buang percuma karena ada warga lain yang membutuhkan,” ungkapnya.
BPBD mendapatkan alokasi sebesar Rp700 juta untuk penyaluran air bersih. Anggaran ini dapat menyalurkan sebanyak 2.200 tangki ke masyarakat. “Kami siapkan enam armada tangki pengangkut air,” kata dia.
BACA JUGA: Mulai Sabtu Besok, Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Wajib Perjalanan
Panewu Anom Wonosari Subarno mengatakan ada sebagian kecil wilayah di kapanewon yang mengalami krisis air bersih saat kemarau. Lokasi ini berada di Dusun Kamal, Kalurahan Wunung. “Total ada enam RT yang kekurangan air bersih. Untuk Kalurahan Mulo sudah tidak ada masalah karena warga sudah bisa mendapatkan air bersih dengan baik,” katanya.
Menurut dia, kapanewon tidak memiliki armada pengangkut air tersendiri sehingga penyaluran meminta bantuan ke BPBD Gunungkidul. “Kami tidak melakukan droping karena bantuan disalurkan melalui BPBD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
KPK menyatakan pemanggilan Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi ATR/BPN bergantung pada kebutuhan penyidikan.
Nama di KTP salah ketik tidak selalu harus diperbaiki lewat pengadilan. Simak syarat, dokumen pembanding, dan cara mengurusnya di Dukcapil.
Samsung Display dikabarkan mendapat kontrak eksklusif tiga tahun untuk memasok panel OLED iPhone Duo dan generasi iPhone lipat Apple.
Pemerintah menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kadar klaim. Simak cara mengenali dan memastikan beras fortifikasi.
Persib menghadapi FC Seoul pada laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027. Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda absen, sementara Igor Tolic masih memantau kondisi pemain.