Sudah Menurun, Begini Kondisi Terkini Keterisian Bed Pasien Covid-19 di Sleman

Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). - Antarafoto/Oky Lukmansyah
28 Agustus 2021 02:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Plt Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menjelaskan kondisi rumah sakit di Sleman saat ini sudah menurun keterisiannya, dibanding beberapa waktu lalu ketika kasus Covid-19 melonjak.

Berdasarkan data per 26 Agustus, dari total 863 bed isolasi di semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Sleman, terisi 329 bed atau 38,12%. Sementara untuk ICU, dari total 180 bed, terisi 63 bed atau 35%. "Sudah menurun," katanya, Jumat (27/8/2021).

Di RSUP Dr. Sardjito, dari total 164 bed isolasi, terisi 73 bed atau 44,5%. Untuk ICU, dari total 127 bed terisi 22 bed atau 17,3%. Kondisi cukup padat terjadi di RSA UGM, dengan jumlah bed isolasi total 86 bed terisi 65 bed atau 75,5%, sedangkan ICU terisi 100% sebanyak 27 bed.

Baca juga: Bantul Bakal Miliki Penampung Vaksin Rp1,2 Miliar

Ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit juga masih mencukupi. Di RSUP Dr. Sardjito, oksigen cair tersedia 16.610,4 m3 dan terpakai 11.770,68 m3. Di RSA UGM, oksigen cair tersedia 2.218 m3 dan terpakai 1.331 m3. Di RS JIH, oksigen cair tersedia 2.870 m3 dan terpakai 358,8 m3.

Adapun kondisi selter saat ini sangat rendah keterisiannya. Dari empat selter yang meliputi Asrama Haji, UII, UNISA dan Gemawang, dengan total kapasitas 379 bed, saat ini terisi 43 bed atau 11,35%. "Masih sisa 336 bed," ungkapnya.