Gelar FKP, Disdikpora Bantul Siapkan Standar Layanan Peminjaman Stadion
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi serta perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus berlanjut membuat karyawan hotel dan restoran di DIY yang di rumahkan tersus bertambah dari hari ke hari.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono menyebut pada awal-awal pandemi hanya sekitar 30% karyawan yang di rumahkan, “Sekarang masih diperpanjangnya PPKM level 4 karyawan yang dirumahkan mencapai 60-70% dari total karyawan sekitar 60.000an,” kata Deddy, Minggu (29/8/2021).
Dampak Covid-19 dan PPKM level 4 tidak hanya terjadi bagi karyawan hotel dan restoran. Namun juga bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini mensuplai kebutuhan bagi hotel dan restoran. Selain banyak karyawan yang di rumahkan, jumlah hotel dan restoran yang tutup permanen juga terus bertambah dari awal pandemi sekitar 50an hotel dan restoran, namun kini mencapai 72 hotel dan restoran.
BACA JUGA: Sudah Menurun, BOR di Gunungkidul Masih di Atas Rataan Nasional
“Jumlah hotel dan dan restoran yang tutup 72 itu berdasarkan laporan lisan melalui ketua PHRI. Yang tidak terlaporkan [hotel dan restoran tutup] lebih banyak lagi terutama hotel non bintang dan restoran kecil,” papar Deddy.
Pihaknya menyambut baik adanya kebijakan pembukaan mal di DIY. Menurut Deddy, kebijakan tersebut dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terutama luar DIY bahwa DIY sudah mulai aman untuk dikunjungi. Hal tersebut dapat berimbas pada keterisian hotel. Namun saat ini keterisian hotel masih 0-10%, kecuali untuk weekend sekitar 20%, itupun khusus hotel berbintang.
Dia menilai wisatawan yang ke Jogja saat ini masih didominasi orang yang bisnis atau karena ada urusan pekerjaan. Sementara wisatawan umum belum karena objek wisata di DIY belum buka. Selain itu yang berkunjung ke DIY juga ada syarat harus sudah menjalani vakisn minimal dosis pertama atau menunjukan tes swab negatif.
Lebih lanjut Deddy berharap ada kepastian kapan objek wisata dibuka. Jika syaratnya minimal 80% warga DIY divaksin maka pihaknya meminta kepastian kapan capaan 80% vaksinasi tercapai dan saat ini berapa yang sudah divaksin. Selama ini diakui Deddy, PHRI DIY juga terus membantu percepatan vaksinasi terutama di vaksinasi di hotel dan di objek wisata seperti yang sudah dilaksanakan di Jogja City Mal dan kawasan pantai Baron beberapa waktu lalu yang mencapai sekitar 4.000 sasaran.
Deddy bilang, kepastian target capaian vaksinasi 80% penting untuk bujeting planning bagi pengusaha hotel dan restoran, “Karena bisnis itu butuh ancang-ancang, tidak tiba-tiba langsung buka,” ujar Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.