Update Covid-19 di Bantul 29 Agustus 2021

Ilustrasi. - Freepik
29 Agustus 2021 23:37 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pasien konfirmasi COVID-19 yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam sehari terakhir bertambah 167 orang sehingga total angka kesembuhan hingga Minggu (29/8/2021) menjadi 50.291 orang.

Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi di Bantul, Minggu, mengatakan pasien sembuh itu berasal dari Kecamatan Kretek 58 orang, Bambanglipuro 20 orang, dan Jetis juga 20 orang, Imogiri 17 orang, Bantul 11 orang, dan Sedayu 10 orang.

Selain itu, dari Sanden delapan orang, Pandak tujuh orang, Kasihan enam orang, sisanya dari Banguntapan empat orang, Pundong dua orang, Pleret juga dua orang, dan Srandakan satu orang, serta Sewon satu orang.

Dalam periode yang sama terdapat penambahan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 126 orang, sehingga total kasus positif di Bantul secara kumulatif menjadi 54.269 orang.

Kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini bertambah enam orang, sehingga totalnya menjadi 1.433 kasus kematian karena virus corona itu.

BACA JUGA: Mobil BMW X7 Tom Cruise Dicuri saat Syuting Film Mission Impossible

Jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien positif yang masih menjalani karantina maupun isolasi di rumah sakit dan selter wilayah Bantul per hari ini 2.545 orang.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan tren penurunan kasus COVID-19 di Bantul dalam beberapa pekan ini tidak lepas dari upaya berbagai pihak, utamanya tenaga kesehatan, dalam mendukung percepatan vaksinasi nasional, sebagai langkah membentuk kekebalan komunal.

"Ditambah gerakan vaksinasi yang masif yang kita lakukan, sehingga terbentuk imunitas kelompok yang kuat. Tentunya ini lebih menjamin perlindungan terhadap masyarakat," katanya.

Meski begitu, ia terus mengajak masyarakat bersama memutus rantai penularan COVID-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan menerapkan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Sumber : Antara