Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemda DIY akan mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait perpanjangan PPKM.Terkait kemungkinan adanya kelonggaran, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tetap masih menunggu keputusan pusat.
Namun demikian melihat kasus Covid-19 di DIY yang masih fluktuatif, Sultan belum berani membuka pembelajaran tatap muka (PTM) maupun membuka objek wisata.“Kita enggak berani [membuka PTM] kalau saya enggak berani,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (30/8/2021).
BACA JUGA : Sultan Beberkan Alasan Tak Tergesa-gesa Buka Sektor
Sultan berujar memang Pemerintah Pusat tidak mensyaratkan vaksinasi untuk menggelar PTM. Namun bagi Sultan vaksinasi menjadi syarat baginya untuk menggelar PTM baik bagi guru maupun siswanya. Raja Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini khawatir pembelajaran tatap muka menimbulkan penularan Covid-19.
Sultan lebih cenderung vaksinasi menjadi syarat baik bagi guru maupun siswa meski hanya vaksin dosis pertama, “Meski sekali [vaksin dosis pertama] jadi resiko positif pun ringan. Ini minimal hal begini,” kata Sultan.
Tidak hanya PTM, namun Sultan juga belum berani membuka objek wisata saat ini karena di objek wisata berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga tidak ada jaminan untuk tidak menularkan Covid-19.
Dia berharap kasus Covid-19 melandai stabil sehingga bisa diperkirakan penularan Covid-19 selesai. Saat ini Sultan meminta masyarakat harus bersabar terlebih dahulu, “Nanti kita kalau sudah stabil, tidak fluktuatif bisa diprediksi, tapi kalau naik turun kita tak bisa memperkirakan apa yang terjadi,” tandas Sultan.
BACA JUGA : Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan kemungkinan DIY turun level PPKM dari 4 ke level 3. Namun menurut dia, pemberlakuan antara PPKM level 4 dan 3 tidak jaug berbeda. Yang paling jelas perbedaannya adalah level 2, namun DIY masih belum bisa turun ke level 2, “Kalau dari level 4 tidak mungkin turun ke level 2 pasti ke level 3,” kata Baskara Aji.
Saat ini Pemda DIY masih fokus menggencarkan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, bahkan vaksinasi tidak hanya difoksukan di perkotaan, namun sampai ke desa-desa agar terjadi pemerataan sasaran vaksin.
Baskara Aji mengklaim proses vaksinasi di DIY berjalan bagus, rata-rata mingguan mencapai 32.000 sasaran dan stok vaksin juga aman dan selalu mendapat kiriman ketika dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 12 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.