Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X,s aat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat terkait perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemda DIY akan mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait perpanjangan PPKM.Terkait kemungkinan adanya kelonggaran, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tetap masih menunggu keputusan pusat.
Namun demikian melihat kasus Covid-19 di DIY yang masih fluktuatif, Sultan belum berani membuka pembelajaran tatap muka (PTM) maupun membuka objek wisata.“Kita enggak berani [membuka PTM] kalau saya enggak berani,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (30/8/2021).
BACA JUGA : Sultan Beberkan Alasan Tak Tergesa-gesa Buka Sektor
Sultan berujar memang Pemerintah Pusat tidak mensyaratkan vaksinasi untuk menggelar PTM. Namun bagi Sultan vaksinasi menjadi syarat baginya untuk menggelar PTM baik bagi guru maupun siswanya. Raja Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini khawatir pembelajaran tatap muka menimbulkan penularan Covid-19.
Sultan lebih cenderung vaksinasi menjadi syarat baik bagi guru maupun siswa meski hanya vaksin dosis pertama, “Meski sekali [vaksin dosis pertama] jadi resiko positif pun ringan. Ini minimal hal begini,” kata Sultan.
Tidak hanya PTM, namun Sultan juga belum berani membuka objek wisata saat ini karena di objek wisata berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga tidak ada jaminan untuk tidak menularkan Covid-19.
Dia berharap kasus Covid-19 melandai stabil sehingga bisa diperkirakan penularan Covid-19 selesai. Saat ini Sultan meminta masyarakat harus bersabar terlebih dahulu, “Nanti kita kalau sudah stabil, tidak fluktuatif bisa diprediksi, tapi kalau naik turun kita tak bisa memperkirakan apa yang terjadi,” tandas Sultan.
BACA JUGA : Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan kemungkinan DIY turun level PPKM dari 4 ke level 3. Namun menurut dia, pemberlakuan antara PPKM level 4 dan 3 tidak jaug berbeda. Yang paling jelas perbedaannya adalah level 2, namun DIY masih belum bisa turun ke level 2, “Kalau dari level 4 tidak mungkin turun ke level 2 pasti ke level 3,” kata Baskara Aji.
Saat ini Pemda DIY masih fokus menggencarkan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, bahkan vaksinasi tidak hanya difoksukan di perkotaan, namun sampai ke desa-desa agar terjadi pemerataan sasaran vaksin.
Baskara Aji mengklaim proses vaksinasi di DIY berjalan bagus, rata-rata mingguan mencapai 32.000 sasaran dan stok vaksin juga aman dan selalu mendapat kiriman ketika dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Sejumlah parpol di Sukoharjo menyampaikan keprihatinan atas kasus Etik Suryani. Mereka berharap perkara ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama.
Seorang pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Srandakan, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.