Sultan Beberkan Alasan Tak Tergesa-gesa Buka Sektor Wisata & Pendidikan

Sri Sultan HB X. - Ist/Diskominfo DIY
27 Agustus 2021 07:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memilih untuk tidak tergesa-gesa membuka sektor wisata dan pendidikan. Ia khawatir jika dengan cepat diberikan kebebasan akan membuat kasus kembali naik.

Sultan HB X mengatakan kasus Covid-19 di DIY saat ini masih fluktuatif atau naik turun sehingga belum bisa dikatakan aman atau turun proporsional. Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini meminta masyarakat untuk bersabar, menahan diri untuk selalu mengenakan masker dan mengurangi mobilitas agar kasus Covid-19 di DIY tidak naik lagi.

BACA JUGA : Daripada Fokus Turunkan Level PPKM, Sultan

Saat ini mobilitas di perkotaan saat siang hari, Sultan melanjutkan sudah turun sampai 40%. Namun mobilitas di perkampungan masih plus 16%. Banyak masyarakat yang masih berkerumun di kampung-kampung atau nonggo, sehingga tidak heran penularan Covid-19 saat ini dari klaster keluarga, “harusnya [kerumunan] kan harus zero, berarti masyarakat kan masih nonggo,” ujar Sultan, Kamis (27/8/2021).

Karena itu Sultan belum berani juga membuka pembelajaran tatap muka (PTM) dan membuka destinasi wisata dalam kondisi sekarang karena resiko penularan Covid-19 masih cukup besar. Pihaknya tidak ingin melonggarkan kegiatan masyarakat, namun pada akhirnya kasus meningkat kembali sehingga penanganannya akan lebih sulit.

“Jangan seperti di luar [negeri] diberi kebebasan sedikit kasus naik. Lebih baik kita sabar tidak tergesa-gesa tapi impilkasinya bagus. Prihatin sebentar dari pada diberi kebebasan [tapi pada akhirnya] lockdown kon neng omah wae,” tandas Sultan.

BACA JUGA : PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Respons Sultan

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY total sasaran vaksin ada 2.879.699 orang. Namun yang sudah divaksin dosis pertama per 25 Agustus 2021 mencapai 1.483.126 orang atau 51,50%. Dosis kedua baru 633.308 atau 21,99%.

HB X lebih memilih untuk fokus menggenjot capaian vaksinasi ketimbang memikirkan turun level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Saat ini PPKM di DIY masih dalam level 4, sementara di daerah laiannya sudah turun level.

Menurut Sultan banyak faktor untuk menurunkan level PPKM, “Sekarang kalau saya lebih cendrung vaksinasi jadi program utama lebih cepat divaksinasi,” katanya.

Sultan berharap September mendatang vakinasi bisa mencapai 80% dari total sasaran sehingga Oktober bisa mencapai 100% dari sasarana minimal vaksin pertama karena vaksin pertama juga sudah dinilai dapat membentuk kekebalan tubuh dari virus corona.