GKR Bendara Jajal Kereta Bandara YIA

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara, menjajal KA Bandara, Senin (30/8/2021)-Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
30 Agustus 2021 20:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Hadirnya kereta api (KA) Bandara akan menunjang pariwisata di Jogja. Waktu tempuh yang lebih cepat untuk perjalanan dari Yogyakarta International Airport (YIA) ke Kota Jogja atau sebaliknya, dinilai akan membuat nyaman dan efisien perjalanan wisatawan.

“Naik Kereta Bandara ini lebih mudah, cepat juga. Ini bisa menjadi penghubung pariwisata di Jogja dan bandara. Harapan kami nanti bisa menunjang turis luar negeri dari YIA ke Kota Jogja juga,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara, Senin (30/8/2021).

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto menjelaskan bahwa saat ini KA Bandara masih masuk masa uji coba, hingga Selasa (31/8/2021). Dalam sehari untuk masa uji coba ada empat kereta dari YIA dan empat dari Stasiun Yogyakarta.

“Belum melayani masyarakat umum, kemungkinan September, tetapi kami masih menunggu. Termasuk untuk kapasitas nanti apakah 50% atau 70%, dari total kapasitas yang ada 200-260. Tarif juga belum ditentukan, sepertinya pada kisaran Rp20.000, tetapi kita tunggu resminya,” ujarnya.

BACA JUGA: OTT Bupati Probolinggo, Ketua KPK Buktikan Komitmen Pemberantasan korupsi

Perjalanan dari Stasiun Yogyakarta ke Bandara YIA sendiri, ditempuh dalam waktu 39 menit, dengan sekali pemberhentian di Stasiun Wates. Pemberhentian ini diharapkan bisa menjadi penghubung penumpang dari Kutoarjo, naik Prameks turun ke Wates dan naik KA Bandara untuk menuju YIA.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Hermantoni mengatakan pihaknya menyambut baik dengan hadirnya kereta Bandara ini. Adanya Kereta Bandara ini semakin melengkapi moda transportasi penghubung. “Secara waktu tempuh juga dengan kereta bandara ini lebih cepat. Semoga semakin menambah daya tarik wisatawan ke Jogja. Pandemi juga selesai, ekonomi pulih kembali, karena sudah cukup lama, kami kekeringan tamu,” ujarnya.

Dari sisi hotel, Hermantoni mengatakan sudah ada hotel yang dibangun juga di kawasan sekitar bandara untuk mendukung aktivitas bandara. “Dafam hotel sudah dibangun, diharapkan Desember sudah bisa dipakai, kabarnya bintang 4. Selain juga ada hotel di bandara ini. Sudah ada tamu yang tanya juga untuk hotel di sekitar bandara ini,” ujarnya.