15 Tim Inovator Lokal Presentasikan Inovasi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana yang Inklusif dalam Demo Day YAKKUM Emergency Unit

Sebanyak 15 tim inovator lokal berkesempatan mempresentasikan ide inovasi atau pitching melalui IDEAKSI Demo Day yang diselenggarakan oleh Yakkum Emergency Unit (YEU), Senin (30/8 - 2021).
01 September 2021 14:22 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 15 tim inovator lokal berkesempatan mempresentasikan ide inovasi atau pitching melalui IDEAKSI Demo Day yang diselenggarakan oleh Yakkum Emergency Unit (YEU), Senin (30/8/2021).

Dalam sambutan pembukanya, dr. Sari Mutia Timur selaku Direktur YEU mengatakan bahwa gelaran IDEAKSI membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan ide-ide kemanusiaan nan inklusif. “Melalui rangkaian IDEAKSI, tim inovator lokal didorong dan didukung untuk menciptakan inovasi yang mampu mengatasi masalah bencana sekaligus mendorong keterlibatan kelompok rentan.”

Ia melanjutkan, sebelumnya 15 tim lokal tersebut mengikuti rangkaian lokakarya inovasi selama April-Juni 2021 untuk menyelesaikan masalah secara kreatif. “Kami berharap melalui kegiatan ini, semua pihak terlibat aktif dan bisa mendapatkan solusi yang inovatif dan paling penting mengkomodir masyarakat, tak terkecuali bagi difabel, lanjut usia, dan perempuan dan kelompok rentan lainnya untuk memiliki keterlibatan yang berarti, peran dalam pengambilan keputusan, dan kendali atas sumber daya dalam kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan,” jelasnya.

Program pendampingan ini didukung oleh ELRHA, Start Network, dan Asian Disaster Reduction and Response Network, Tokyo Innovation Hub.. Hadir juga perwakilan FCDO The Foreign, Commonwealth & Development Office UK, Ibu Julie Hunter, yang memberikan sambutan pembuka.

Dalam sambutannya, Ibu Julie Hunter memberikan apresiasi terhadap proses yang telah berlangsung dan mengharapkan inovasinya ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan bencana yang inklusif dan dikuatkan keterlibatan oleh masyarakat setempat. Selain itu, Ibu June Simanjuntak dari Kementerian Sosial juga turut hadir dan menyampaikan dukungan dan ketertarikannya terhadap program IDEAKSI ini.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan YEU adalah perwujudan program Indonesia Tangguh Bencana.

Program itu adalah pembangunan berkelanjutan dengan jangka waktu 25 tahun. Dengan demikian, perlu ada pengelolaan risiko inklusif dan lintas batas yang terbentuk di masyarakat.

“Kekuatan kita adalah modal sosial. Ada Jogja Bangkit 2006, Di situ kita lihat ada modal sosial bagaimana masyarakat bisa bersatu, menyatu, dan relokasi bersama agar bisa bangkit dari bencana,” jelasnya.

Dalam Demo Day tersebut, diputarkan video berdurasi 3 menit dari tiap inovator yang berisi pitching mengenai profil, permasalahan, dan solusi inovasi inklusif, serta alasan inovasinya perlu didukung. Kemudian dari pitching tersebut ditanggapi oleh Ibu Cucu Saidah selaku Konsultan Inklusi Disabilitas, IbuTiti Moektijasih yang merupakan Humanitarian Affairs Analyst UNOCHA, dan Ibu Felisitas Sri Purwani dari Forum CSR untuk Kesejahteraan Sosial DIY.

15 tim yang mengikuti IDEAKSI Demo Day adalah Yayasan Caritra, Ciqal, Difagana DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana Gunungkidul, Keluarga Pemuda Pemudi Baros, Komisi Penanggulangan AIDS DIY,  Perkumpulan Lingkar, Lingkup Indonesia, Merapi Rescue Community, Ngudi Rejeki Tompak, Ngudi Mulyo, Pensilterbang, PB Palma GKJ Ambarrakma, Sekoci, dan Forum Komunikasi Winongo Asri.

Setelah proses seleksi proposal yang dilakukan oleh Tim Technical Reviewer, EXCOM ADRRN, dan YEU serta pitching yang dilaksanakan, terpilih 10 Tim Inovator Lokal yang lolos ke tahap berikutnya yang diumumkan oleh YEU pada 31/08. Tim tersebut adalah Ciqal, Difagana DIY, Forum Komunikasi Winongo Asri, Forum Pengurangan Risiko Bencana Gunungkidul, Merapi Rescue Community, Komisi Penanggulangan AIDS DIY, Perkumpulan Lingkar, Ngudi Mulya, PB Palma GKJ Ambarrakma, dan Sekoci. Dalam 6 bulan ke depan Tim Inovator akan mewujudkan inovasinya dan 4 Tim Inovator yang berhasil scale up akan diberikan pendanaan yang lebih besar untuk inovasinya. Informasi lebih lanjut jika ingin bermitra bisa mengunjungi www.inovasi.yeu.or.id. (ADV)