Ciptakan Case Handphone Aromaterapi, Anti Stres dan Peningkat Daya Ingat

Case handphone aromaterapi lavender. - Ist
01 September 2021 20:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sekelompok mahasiswa Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Syifa Ur’Rahmah Fadhilah, Farah Fauziyyah, Ketrin Citra Septiani, M.Ambar Ainullah, M.Ixa Ramadhika mencoba menggabungkan beberapa masalah di masyarakat menjadi ide inovasi yang kemudian mereka ikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021.

Dengan judul “Case Handphone Aromaterapi Berbahan Limbah Daun sebagai Anti Stres dan Peningkat Daya Ingat”, mereka mampu menciptakan produk case handphone beraromaterapi.

Syifa menjelaskan produk tersebut berangkat dari tiga masalah yang ditemukan di masyarakat. Pertama telepon genggam atau hand phone jenis telepon pintar (smart phone) sudah menjadi kebutuhan masyarakat masa kini. Kedua tekanan terutama di masa pandemi Covid 19 membuat tingkat stres masyarakat terutama siswa/mahasiswa cenderung meningkat. Ketiga, limbah daun merupakan salah satu sampah organik terbesar yang ditemukan di indonesia.

“Case handphone merupakan salah satu aksesoris yang sering digunakan baik untuk mempercantik penampilan maupun sebagai pelindung handphone. Banyaknya masyarakat yang menggunakan case handphone, tingginya tingkat stress, dan pengolahan sampah daun yang belum optimal menjadi latar belakang kami untuk membuat case handphone aromaterapi ini,” kata Syifa.

Ia menjelaskan menurut hasil survei yang telah dilakukan nyaris seluruh responden menggunakan case handphone. Sehingga dengan menghirup aromaterapi yang muncul dari case handphone, diharapkan bisa mengurangi stres.

Farah Fauziyyah menyampaikan proses pembuatan karya ini dimulai dari melakukan survei pasar untuk mengetahui permintaan konsumen terhadap produk case handphone aromaterapi. Selain itu pada survei tersebut, tim menanyakan terkait jenis case, aromaterapi, motif case, serta harga yang lebih disukai responden. “Hasil survei tersebut selanjutnya dijadikan pedoman dalam pembuatan produk Cheropi, nama brand case handphone aromaterapi,” tutur Farah.

Setelah melakukan survei, tim membeli bahan yang dibutuhkan untuk membuat case handphone seperti resin, minyak aromaterapi, case handphone, dan lainnya. “Selanjutnya kami melakukan pengujian formula campuran resin dan aromaterapi terlebih dahulu, lalu mengolah limbah daun yang diperoleh dengan menambahkannya menggunakan pewarna agar lebih menarik,” lanjut Ketrin.

Setelah formula yang maksimal dari campuran resin dan aromaterapi didapatkan, tim mulai membuat sampel produk dan menunggu pesanan pre order untuk menjual case handphonenya. “Di sela kegiatan tersebut kami juga melakukan pemasaran dengan strategi digital marketing dengan membuat website, akun Instagram, Shopee dan Moselo,” tutur Ambar Ainullah.

“Diharapkan dari produk yang dihasilkan dapat memberikan solusi pengolahan sampah khususnya limbah daun serta meningkatkan jiwa inovatif dan peduli lingkungan dalam berwirausaha,” tutup Ixa Ramadhika. (ADV)