Dongkrak Penjualan dengan Promo Belanja Online di Pasar Rakyat

Pedagang dan pembeli beraktivitas di Pasar Beringharjo, Jogja, Jumat (3/9/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
03 September 2021 16:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Pandemi Covid-19 membuat segala lapisan masyarakat perlu berinovasi, termasuk Dinas Perdagangan Kota Jogja yang terus mempromosikan pasar rakyat. 

Pasar yang sarat dengan transaksi fisik berpotensi menyebarkan virus. Selain menjamin keamanan pasar dengan protokol kesehatan (prokes) maksimal, Dinas Perdagangan Kota Jogja mengembangkan perbelanjaan secara daring.

Menurut Kepala Bidang Bimbingan Usaha Promosi dan Kemitraan Dinas Perdagangan Kota Jogja, Benedict Cahyo Santosa, sejak awal pandemi masuk ke Jogja, dinas bekerja sama dengan PT Karya Anak Bangsa yang mengelola GoShop. Pembeli di pasar diberi opsi untuk membeli secara daring agar transaksi dan kerumunan di pasar bisa menurun.

Memasuki tahun kedua pandemi, tepatnya pada Maret 2021, Dinas Perdagangan Kota Jogja semakin mengembangkan kerja sama dengan GoShop berupa sistem cashback atau uang Kembali. “Kami memberikan promo cashback Rp10.000 setiap transaksi minimal Rp20.000 melalui GoShop,” kata Benedict, Jumat (3/9/2021).

Pada dasarnya promosi transaksi menggunakan GoShop tersebar di 30 pasar rakyat yang Pemerintah Kota Jogja miliki. Namun saat ini baru 19 pasar yang aktif menggunakan. Pengguna tertinggi berasal dari Pasar Pathuk. Dari total transaksi Maret-Juli 2021 sebanyak 2.381, Pasar Pathuk memiliki 721 transaksi.

“Total cashback sebanyak Rp23,81 juta. Perkembangan transaksi dari bulan ke bulan juga naik. Warga masyarakat ada kecenderungan memanfaatkan aplikasi ini. Apabila Maret ada 270 transaksi, bulan Juli meningkat menjadi 649 transaksi,” kata Benedict.

Catatan tersebut hanya transaksi GoShop yang mendapat cashback atau bernilai di atas Rp20.000. Artinya jumlah transaksi bisa lebih dari itu lantaran belum termasuk transaksi di bawah Rp20.000. Besar kecilnya jumlah transaksi di sebuah pasar menggunakan GoShop bisa jadi lantaran jenis barang yang dijual.  

“Kemungkinan besar jenis pasar yang memiliki transaksi [tinggi dari GoShop] menjual bahan pokok. Produk seperti batik jarang menggunakan GoShop. Pasar yang ramai transaksi melalui GoShop seperti Pathuk dan Kranggan sebagian besar menjual bahan makanan pokok,” kata Benedict.

Promosi cashback akan berjalan sampai akhir tahun ini. Akan ada evaluasi terkait lanjut atau tidaknya program ini ke depan. Dengan adanya program cashback, nilai perdagangan bisa terangkat melebihi biaya untuk cashback itu sendiri.

Selain promosi dalam bentuk cashback pada transaksi di pasar, Dinas Perdagangan Kota Jogja juga membantu membangkitkan ekonomi usaha kecil menengah (UKM). Salah dua upaya berupa pameran dan kemitraan. Lantaran masih dalam masa pandemi, maka pameran UKM berlangsung secara daring.   

Sementara dalam hal kemitraan, Dinas Perdagangan Kota Jogja membantu UKM agar bisa menjual barangnya di minimarket yang menjadi mitra. Dalam aturannya, minimarket perlu memberikan ruang bagi produk UKM lokal. “Memberikan promosi sekaligus kemitraan dengan minimarket Indomaret untuk memasarkan produk UKM, terutama olahan pangan. Agar ikut mendapatkan rak di sana,” kata Benedict.

Upaya ini sebagai cara menjawab permasalahan UKM yang kesulitan memasarkan produknya semasa pandemi. Segala upaya yang Dinas Perdagangan Kota Jogja lakukan demi bisa memulihkan ekonomi masyarakat, namun tetap menerapkan prokes. Meski ada pengalihan anggaran pada penanganan Covid-19 secara langsung, dinas mencoba melakukan inovasi-inovasi.

“Kalau kondisi sudah normal, akan ada pameran produk UKM lagi,” kata Benedict. “Mencoba tetap berupaya agar bisa promosikan produk UKM yang di dalamnya juga ada pedagang pasar. Untuk bisa bangkit kembali, sesuai dengan tematik HUT Pemkot Jogja pada Juni lalu dengan tema Bersinergi Melanjutkan Penanganan Covid-19 untuk Pemulihan Ekonomi."