Begini Perkembangan Rencana Pembangunan Taman Safari Panggang

Harimau Sumatra. - Bisnis Indonesia/Andi Rambe
05 September 2021 16:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PANGGANG – Keberlanjutan pembangunan Taman Safari Panggang di Kapanewon Panggang masih belum ada kabar hingga sekarang. Meski demikian, Pemkab Gunungkidul masih bersabar menunggu investor merealisasikan wahana bertamasya ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, pihaknya masih menunggu keseriusan dari investor untuk pembangunan Tamar Safari Panggang. Hingga sekarang belum ada informasi terbaru berkaitan dengan proses pengurusan izin.

BACA JUGA : Izin Masih Diurus, Rencana Taman Safari Panggang Belum

“Terakhir mau ngurus ke Badan Pertanahan Nasional. Tapi, hingga saat ini belum ada kabar lagi,” katanya, Minggu (5/9/2021).

Menurut Irawan, pemkab mendukung penuh rencana insvestor membangun wahana tersebut. Pasalnya, keberadaan taman ini bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi bagi warga di sekitar lokasi. “Harapannya bisa berlanjut dan segera direalisasikan,” katanya.

Ditambahkannya, realisasi pembangunan Taman Safari Panggang masih butuh proses yang panjang. Hal ini dikarenakan, izin yang diurus masih tahap awal sehingga membutuhkan permohonan perizinan lain mulai dari izin lokasi, mendirikan bangunan, analisa dampak lingkungan (amdal) hingga pembebasan lahan untuk wahana. “Semua izin harus dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Sesuai dengan perencanaan awal, konsep yang dikembangkan juga berbeda dengan taman safari lainnya yang berada di Bogor atau Pasuruan. Pasalnya, Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, melainkan juga memadukan kesenian adat dan budaya yang dimiliki. “Jadi tidak hanya menyajikan kebun binatang, tapi ada atraksi seni budayanya,” katanya.

BACA JUGA : Gunungkidul Akan Punya Taman Safari 50 Hektare

Panewu Panggang, Winarno mengatakan, masyarakat sangat menanti realisasi pembangunan Taman Safari Panggang karena keberadaannya bisa menjadi salah satu faktor pendorong kesejahteraan. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasinya, meski wacana ini muncul sudah sejak satu tahun lalu.

Menurut dia, pembangunan wahana ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Sesuai dengan informasi yang diterima, lokasi taman safari akan leih luas dari rencana awal karena adanya perluasan dari kebutuhan 50 hektare menjadi 70 hektare. “Cakupannya nanti ada di Kapanewon Paliyan dan Panggang. Namun untuk lokasi terluas ada di Dusun Pacar 2, Kalurahan Girisuko,” katannya.

Dia mengungkapkan pembangunan ini tidak hanya berdampak terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, dari sisi kewilayahan juga akan membuka akses di wilayah Girisuko yang didominasi kawasan hutan.

“Di sana [Girisuko] 60% didominasi hutan jadi agak terisolir. Tapi, dengan rencana investasi itu akan membuka akses. Contohnya, tahun ini sudah ada pembangunan jalan dari Dusun Sanglor sampai Temuireng,” katanya.