Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi - Pixabay
Harianjogja.com, PANGGANG – Pembangunan Taman Safari Panggang di Kapanewon Panggang, Gunungkidul masih sebatas wacana. Pasalnya, sejak mencuat di awal 2020 lalu, hingga sekarang belum ada tanda-tanda investor akan melakukan pembangunan.
Panewu Panggang, Winaryo mengatakan, masyarakat sangat menanti realisasi pembangunan Taman Safari Panggang karena keberadaannya bisa menjadi salah satu faktor pendorong kesejahteraan. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasinya, meski wacana ini muncul sudah sejak satu tahun lalu.
“Saya sudah berusaha tanya ke kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, tapi informasinya masih mengurus izin di Badan Pertanahan Nasional. Hingga sekarang juga belum ada pembebasan lahan,” katanya, Selasa (27/4/2021).
BACA JUGA : Gunungkidul Akan Punya Taman Safari 50 Hektare
Menurut dia, pembangunan wahana ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Sesuai dengan informasi yang diterima, lokasi taman safari akan leih luas dari rencana awal karena adanya perluasan dari kebutuhan 50 hektare menjadi 70 hektare.
“Cakupannya nanti ada di Kapanewon Paliyan dan Panggang. Namun untuk lokasi terluas ada di Dusun Pacar 2, Kalurahan Girisuko,” katannya.
Winaryo mengungkapkan pembangunan ini tidak hanya berdampak terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, dari sisi kewilayahan juga akan membuka akses di wilayah Girisuko yang didominasi kawasan hutan.
“Di sana [Girisuko] 60% didominasi hutan jadi agak terisolir. Tapi, dengan rencana investasi itu akan membuka akses. Contohnya, tahun ini sudah ada pembangunan jalan dari Dusun Sanglor sampai Temuireng,” katanya.
BACA JUGA : Libur Akhir Tahun 2020, Kenaikan Jumlah Wisatawan
Kepala DPMPT Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengakui proses pembangunan Taman Safari Panggang masih berupa wacana karena perkembangan masih dalam pengurusan izin. Dikarenakan lokasi lahan yang dibutuhkan sangat luas, maka pengurusan sampai ke tingkat Pusat. “Yang saya dengan masih proses pengurusan tanah sampai ke BPN pusat,” katanya.
Menurut dia, pemkab sangat mendukung rencana investor membangun taman safari di Panggang. Bukti dukungan ini sudah dikeluarkan rekomendasi tata ruang. Hanya saja, untuk pembangunan masih butuh proses panjang karena harus mengurus berbagai izin mulai dari pertimbangan teknis di BPN, izin lokasi hingga kebutuhan Analisis Pengendalian Dampak Lingkungan (Amdal) di sekitar lokasi. “Semua izin harus dipenuhi,” katanya.
BACA JUGA : Wisatawan Keluhkan Sempitnya Jalur ke Pantai Kesirat
Sesuai dengan perencanaan awal, konsep yang dikembangkan juga berbeda dengan taman safari lainnya yang berada di Bogor atau Pasuruan. Pasalnya, Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, melainkan juga memadukan kesenian adat dan budaya yang dimiliki. “Jadi tidak hanya menyajikan kebun binatang, tapi ada atraksi seni budayanya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.