Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Ilustrasi - Pixabay
Harianjogja.com, PANGGANG – Pembangunan Taman Safari Panggang di Kapanewon Panggang, Gunungkidul masih sebatas wacana. Pasalnya, sejak mencuat di awal 2020 lalu, hingga sekarang belum ada tanda-tanda investor akan melakukan pembangunan.
Panewu Panggang, Winaryo mengatakan, masyarakat sangat menanti realisasi pembangunan Taman Safari Panggang karena keberadaannya bisa menjadi salah satu faktor pendorong kesejahteraan. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasinya, meski wacana ini muncul sudah sejak satu tahun lalu.
“Saya sudah berusaha tanya ke kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, tapi informasinya masih mengurus izin di Badan Pertanahan Nasional. Hingga sekarang juga belum ada pembebasan lahan,” katanya, Selasa (27/4/2021).
BACA JUGA : Gunungkidul Akan Punya Taman Safari 50 Hektare
Menurut dia, pembangunan wahana ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Sesuai dengan informasi yang diterima, lokasi taman safari akan leih luas dari rencana awal karena adanya perluasan dari kebutuhan 50 hektare menjadi 70 hektare.
“Cakupannya nanti ada di Kapanewon Paliyan dan Panggang. Namun untuk lokasi terluas ada di Dusun Pacar 2, Kalurahan Girisuko,” katannya.
Winaryo mengungkapkan pembangunan ini tidak hanya berdampak terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, dari sisi kewilayahan juga akan membuka akses di wilayah Girisuko yang didominasi kawasan hutan.
“Di sana [Girisuko] 60% didominasi hutan jadi agak terisolir. Tapi, dengan rencana investasi itu akan membuka akses. Contohnya, tahun ini sudah ada pembangunan jalan dari Dusun Sanglor sampai Temuireng,” katanya.
BACA JUGA : Libur Akhir Tahun 2020, Kenaikan Jumlah Wisatawan
Kepala DPMPT Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengakui proses pembangunan Taman Safari Panggang masih berupa wacana karena perkembangan masih dalam pengurusan izin. Dikarenakan lokasi lahan yang dibutuhkan sangat luas, maka pengurusan sampai ke tingkat Pusat. “Yang saya dengan masih proses pengurusan tanah sampai ke BPN pusat,” katanya.
Menurut dia, pemkab sangat mendukung rencana investor membangun taman safari di Panggang. Bukti dukungan ini sudah dikeluarkan rekomendasi tata ruang. Hanya saja, untuk pembangunan masih butuh proses panjang karena harus mengurus berbagai izin mulai dari pertimbangan teknis di BPN, izin lokasi hingga kebutuhan Analisis Pengendalian Dampak Lingkungan (Amdal) di sekitar lokasi. “Semua izin harus dipenuhi,” katanya.
BACA JUGA : Wisatawan Keluhkan Sempitnya Jalur ke Pantai Kesirat
Sesuai dengan perencanaan awal, konsep yang dikembangkan juga berbeda dengan taman safari lainnya yang berada di Bogor atau Pasuruan. Pasalnya, Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, melainkan juga memadukan kesenian adat dan budaya yang dimiliki. “Jadi tidak hanya menyajikan kebun binatang, tapi ada atraksi seni budayanya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.