Izin Masih Diurus, Rencana Taman Safari Panggang Belum ke Pembebasan Lahan

Ilustrasi / Pixabay
29 April 2021 13:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, PANGGANG – Pembangunan Taman Safari Panggang di Kapanewon Panggang, Gunungkidul masih sebatas wacana. Pasalnya, sejak mencuat di awal 2020 lalu, hingga sekarang belum ada tanda-tanda investor akan melakukan pembangunan.

Panewu Panggang, Winaryo mengatakan, masyarakat sangat menanti realisasi pembangunan Taman Safari Panggang karena keberadaannya bisa menjadi salah satu faktor pendorong kesejahteraan. Meski demikian, hingga sekarang belum ada realisasinya, meski wacana ini muncul sudah sejak satu tahun lalu.

“Saya sudah berusaha tanya ke kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, tapi informasinya masih mengurus izin di Badan Pertanahan Nasional. Hingga sekarang juga belum ada pembebasan lahan,” katanya, Selasa (27/4/2021).

BACA JUGA : Gunungkidul Akan Punya Taman Safari 50 Hektare 

Menurut dia, pembangunan wahana ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Sesuai dengan informasi yang diterima, lokasi taman safari akan leih luas dari rencana awal karena adanya perluasan dari kebutuhan 50 hektare menjadi 70 hektare.

“Cakupannya nanti ada di Kapanewon Paliyan dan Panggang. Namun untuk lokasi terluas ada di Dusun Pacar 2, Kalurahan Girisuko,” katannya.

Winaryo mengungkapkan pembangunan ini tidak hanya berdampak terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, dari sisi kewilayahan juga akan membuka akses di wilayah Girisuko yang didominasi kawasan hutan.

“Di sana [Girisuko] 60% didominasi hutan jadi agak terisolir. Tapi, dengan rencana investasi itu akan membuka akses. Contohnya, tahun ini sudah ada pembangunan jalan dari Dusun Sanglor sampai Temuireng,” katanya.

BACA JUGA : Libur Akhir Tahun 2020, Kenaikan Jumlah Wisatawan

Kepala DPMPT Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengakui proses pembangunan Taman Safari Panggang masih berupa wacana karena perkembangan masih dalam pengurusan izin. Dikarenakan lokasi lahan yang dibutuhkan sangat luas, maka pengurusan sampai ke tingkat Pusat. “Yang saya dengan masih proses pengurusan tanah sampai ke BPN pusat,” katanya.

Menurut dia, pemkab sangat mendukung rencana investor membangun taman safari di Panggang. Bukti dukungan ini sudah dikeluarkan rekomendasi tata ruang. Hanya saja, untuk pembangunan masih butuh proses panjang karena harus mengurus berbagai izin mulai dari pertimbangan teknis di BPN, izin lokasi hingga kebutuhan Analisis Pengendalian Dampak Lingkungan (Amdal) di sekitar lokasi. “Semua izin harus dipenuhi,” katanya.

BACA JUGA : Wisatawan Keluhkan Sempitnya Jalur ke Pantai Kesirat 

Sesuai dengan perencanaan awal, konsep yang dikembangkan juga berbeda dengan taman safari lainnya yang berada di Bogor atau Pasuruan. Pasalnya, Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, melainkan juga memadukan kesenian adat dan budaya yang dimiliki. “Jadi tidak hanya menyajikan kebun binatang, tapi ada atraksi seni budayanya,” katanya.