Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Lurah Muja Muju, Aris Sukrisna menunjukkan kebun stroberi yang berada di kawasan Balerejo, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Warga di kawasan Balerejo, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja secara swadaya mengembangkan kampung stroberi dengan memanfaatkan pembatas pagar pemukiman dengan daerah sungai. Kawasan itu kini kian elok dan masyarakat menjadi berdaya dengan kehadiran kampung stroberi.
Lurah Muja Muju Aris Sukrisna mengatakan warga mengembangkan kawasan itu menjadi kampung stroberi sejak tahun lalu. Kawasan yang menjadi basis program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) itu kemudian kian dipercantik warga dengan kehadiran kebun buah stroberi dengan latar sungai Gajahwong.
BACA JUGA: Hari Ini Covid-19 DIY Bertambah 198 Kasus, Posivity Rate 5,69%
"Itu lokasinya tepat di pinggir sungai yang ada proyek Kotaku. Jadi di antara sungai dan rumah penduduk itu dibuatkan jalan dan bisa jalur sepeda lalu pagar sungainya itu ditanami stroberi," jelas Aris, Senin (6/9/2021).
Kampung stroberi yang terletak di RW5 bahkan telah mempunyai pengurus. Mereka membentuk perangkat dalam memudahkan pengelolaan, mulai dari proses penanaman, perawatan, panen, pascapanen, hingga pengolahan produk.
Pengelola memasarkan dan mengolah hasil kebun menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Buah stroberi segar dikemas dan dijual seharga Rp10.000-Rp15.000, diolah menjadi bahan pasta, kue nastar, kue kering, dodol, dan daunnya dijadikan keripik stroberi.
"Jadi dari ibu-ibu PKK memanfaatkan buah itu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah dan mengangkat pertumbuhan ekonomi lokal," ujar Aris.
Saat ini kampung stroberi akan dijadikan pusat andalan perekonomian dan kawasan wisata. Pihaknya berencana akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan kawasan itu menjadi lebih baik.
BACA JUGA: Tertipu Rp3 Miliar, Ibu Rumah Tangga Korban Arisan Online Mengadu ke Polda Jateng
"Nanti dari Seksi Pemberdayaan akan membuat kajian ya seperti pengembangan dan lainnya. Lalu ada juga dari kampus yang akan kami libatkan agar bisa menjadikan kawasan itu menjadi daya ungkit perekonomian," jelas Aris.
Selain itu, konektivitas dengan daerah lain yang mempunyai potensi akan coba disatukan. "Nanti akan kami kembangkan lagi untuk produknya, jadi bisa terkoneksi. Dikemas lebih rapi dan menariknya seperti apa nanti akan diusulkan lebih lanjut agar optimal dengan beriringan bersama wilayah lain," kata dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.