Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Huda Tri Yudiana mengingatkan masyarakat untuk tidak euforia atau gembira berlebihan dengan turunnya angka kasus Covid-19 di DIY, karena dikhawatirkan kasus Covid-19 naik kembali, sehingga pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mentaati protokol kesehatan.
Huda mengatakan sejak beberapa hari terakhir ini kasus Covid-19 di DIY turun, dan angka kasus aktif juga turun. Dia juga melihat susana pusat perekonomian dan wisata sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah, meski DIY masih dalam level 4.
“Jangan kemudia seolah-olah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat [PPKM] mau selesai kemudian mereka seolah-olah euforia itu berbahaya. Euforia kita [kalau kasus Covid-19] naik lagi malah menjadi tambah repot lagi,” kata Huda, di kantor DPRD DIY, Senin (6/9/2021).
BACA JUGA : Kasus Positif Covid-19 DIY Menurun, Angka Kematian
“Kami berharap tetap ekonomi berjalan tetapi protokol kesehatan harus menjadi perioritas supaya kasus tidak naik lagi,” katanya.
Lebih lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan Pemda DIY dan Pemerintah Kota Jogja harus tegas untuk membatasi pengunjung kawasan Malioboro agar tidak terjadi kerumunan. Malioboro saat ini memang sudah dibuka secara terbatas. Pembukaan itu diakui Huda perlu juga diikuti dengan pengawasan ketat supaya tidak jadi kerumunan.
Vaksinasi
Selain itu, Huda juga mendorong Pemda DIY dan kabupaten kota untuk menyelesaikan target vaksinasi Covid-19 agar target vaksinasi mencapai 100% atau minimal 80% pada Oktober mendatang bisa terpenuhi sebagaimana yang direncanakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Meski stok vaksin dari Pemerintah Pusat, namun dalam pelaksanaannya di lapangan tetap dari pemerintah daerah dengan meggandeng berbagai pihak.
“Anggaran pelaksanaannya dari mana? sekrang yang banyak berjalan dari masyarakat, partisipasi luar biasa. Di sisi lain Pemda DIY, pemerintah kabupaten dan kota, dan Dana Keistimewaan bagamana kita mengerjakan dengan cepat. CSR dan segala macamnya,” papar Huda.
Demikian juga dengan rencana ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) ketika DIY turun level dari 4 ke level 3. Huda mengingatkan agar ujicoba PTM dilakukan bagi sekolah-sekolah yang guru dan siswanya sudah menjalani vaksinasi. “Bagi kami selesaikan dulu vaksinasi baru berfikir PTM,” ucap Huda.
BACA JUGA : Jumlah Sampel yang Diperiksa Menurun, Kasus Covid-19
“Kita engga mau bertaruh resiko untuk kesehatan anak dan orang tua. Makanya kalau cepat sekolah dibuka kita gencarkan vaksinasi. Kalau mau vaksiansi beres gencarkan skema anggarannya agar jelas sekaligus lobi ke Pemerintah Pusat [untuk mendapatkan stok vaksin sebanyak-banyaknya],” tandas Huda.
Sebagaimana diketahui sejak beberapa hari terakhir kasus Covid-19 DIY mengalami penurunan dari sebelumnya ribuan, kini dibawah 500 dalam kasus harian. Pada Minggu (5/9), penambahan kasus Covid-19 sebanyak 260 kasus dan penambahan angka kematian sebanyak 21 kasus. Bed Occupancy Rate (BOR) di angka 27,9% untuk bed non kritikal dan bed kritikal 40,67%. Sebelumnya pada Sabtu (4/9) lalu penambahan kasus positif sebanyak 279 kasus dan penambahan angka kematian 25 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina