Masuk ke Tebing Breksi, Bupati Sleman Kesulitan Pindai Kode QR

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang Pasar Tempel, Selasa (29/6/2021). - Ist/dok
16 September 2021 23:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Uji coba pembukaan objek wisata Tebing Breksi di Sleman masih diwarnai sejumlah kendal teknis.

Sejumlah pengunjung kesulitan masuk karena kesulitan memindai QR code melalui aplikasi PeduliLindungi.

Di antara pengunjung yang kesulitan masuk ke Tebing Breksi adalah Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Saat ia mengecek pelaksanaan uji coba di lokasi tersebut, Kustini sempat kesulitan masuk karena persoalan jaringan internet. Saat memindai QR code melalui aplikasi PeduliLindungi, Kustini menggunakan jaringan Internet di Ponselnya.

Lantaran belum bisa terhubung, akhirnya Kustini menggunakan fasilitas wifi di lokasi untuk scan QR Code. Setelah bisa itu, Kustini bisa memasuki kawasan wisata itu. "Iya tadi sempat kesulitan, karena jaringan internet. Terus pakai wifi, bisa," kata Kustini, Kamis (16/9/2021).

Pengelola Wisata Tebing Breksi Kholiq Widiyanto mengakui, sejak diuji coba pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, setidaknya lima kendaraan roda empat wisatawan terpaksa diputar balik. Hal itu dikarenakan wisatawan yang akan masuk tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan selama masa uji coba pembukaan wisata.

BACA JUGA: Update 16 September: Covid-19 DIY Bertambah 111 Kasus, Positivity Rate Naik Lagi

"Ya banyak wisatawan yang datang membawa anak di bawah usia 12 tahun. Ada juga yang bawa anggota keluarga usia lanjut. Ada yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi yang menjadi syarat untuk masuk ke lokasi wisata," katanya.

Menurut Khaliq, ada sejumlah wisatawan yang tidak dapat mengunduh aplikasi PeduliLindungi atau Ponselnya tidak dapat memindai QR code di pintu masuk. Untuk membantu wisatawan, pengelola menyediakan petugas di pintu masuk. Bagi yang bermasalah dengan jaringan seluler, pihaknya juga menyediakan layanan wifi gratis di sejumlah titik.

"Kami menyiagakan petugas di sejumlah titik untuk membantu wisatawan mengunduh aplikasi PeduliLindungi itu agar tidak terjadi penumpukan wisatawan di pintu utama," ujarnya.

Khaliq meminta agar sebelum ke Breksi, wisatawan hendaknya mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi Visiting Jogja. Keduanya menjadi syarat dan akan diperiksa oleh petugas sebelum masuk ke lokasi wisata. "Kalau tidak memenuhi syarat, ya kami mohon maaf, tidak bisa masuk ke lokasi," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan masa uji coba destinasi wisata sebagai ajang balas dendam untuk berwisata. Ia mengingatkan saat ini, DIY masih masuk PPKM Level 3 sehingga penerapan protokol kesehatan harus tetap diperhatikan.

Singgih mewanti-wanti agar seluruh pengelola wisata yang diizinkan melakukan uji coba, selalu berhati-hati. Sebab, katanya, belum ujicoba saja kunjungan wisatawan ke DIY sudah tinggi. "Perhatikan kapasitas pengunjung yang disyaratkan. Termsuk dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai DIY masuk level 4 lagi," ujarnya.