Pantai Parangtritis Diajukan untuk Dibuka

QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021). - Harian Jogja/Jumali\\r\\n
20 September 2021 13:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan mengajukan Pantai Parangtritis sebagai satu dari beberapa objek wisata di Bumi Projotamansari yang boleh melakukan uji coba buka operasional selama PPKM.

"Rencana kita ajukan Parangtritis [Pantai Parangtritis]. Hari ini kami memerintahkan Kepala Dinas Pariwisata Bantul untuk membuat usulan ke Kemenparekraf agar Parangtritis yang saat ini menjadi idola, dan kelihatannya banyak warga yang ingin segera kesana segera dibuka," kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, Senin (20/9/2021) ditemui di Gedung DPRD Bantul.

Menurut Helmi, Pantai Parangtritis secara kesiapan jelas telah siap. Selain telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana, persoalan sinyal terkait scan barcode aplikasi PeduliLindungi dipastikan juga tidak akan terjadi di sana.

"Soal sinyal di sana tidak ada kendala. Ya, nanti disana juga akan kami terapkan kebijakan ganjil genap juga jika usulan diterima," tandas Helmi.

BACA JUGA: Begini Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi

Helmi juga menampik salah satu alasan kenapa Pantai Parangtritis dibuka bukan karena banyaknya pengunjung tetap nekat datang meski pantai tersebut masih ditutup. Alhasil, retribusi yang seharusnya masuk ke kas daerah banyak yang menguap.

"Jadi bukan masalah retribusi, tapi lebih kepada destinasi itu banyak diminati oleh banyak masyarakat. Dan, nanti jika diizinkan untuk dijadi lokasi uji coba kami akan terapkan retribusi," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo memprediksi ada dua objek wisata di Bantul masuk dalam lima destinasi di DIY yang boleh melakukan uji coba buka operasional selama PPKM.

"Kami prediksi di Bantul tambah 2 titik (obwis yang uji coba saat PPKM)," kata Kwintarto.

Kwintarto sendiri masih enggan dua objek wisata tambahan yang akan dibuka. Sebab, menjadi kewenangan dari Kemenparekraf RI.

Ketua Koperasi Natawono yang mengelola sejumlah objek wisata di Dlingo termasuk Pinus Sari Purwo Harsono mengatakan, ada 2 obwis di wilayahnya yang akan beroperasi. Bahkan, saat ini telah menyiapkan scan barcode PeduliLindungi.

"Ada Pengger dan Seribu Batu yang telah disetujui. Saat ini sedang dipersiapkan barcodenya," tandasnya.