Hidup dengan Penghasilan Rp4.000 Sehari, Warga Miskin di Sleman Disambangi Bupati

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, saat meninjau rumah Saliyah, Minggu (19/9 - 2021)/Ist
20 September 2021 08:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media sosial seorang nenek Bernama Saliyah yang tinggal di rumah tidak layak hunu. Merespons hal ini, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberi bantuan kepada nenek tersebut sembari mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan kondisi mereka yang membutuhkan bantuan.

Kustini mendatangi Saliyah di rumahnya, Dusun Guyangan Kajor, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, minggu (19/9/2021) siang. Kunjungan Kustini ke rumah mbah Suliyah kali ini, berangkat dari sejumlah aduan di media sosial twitter yang menyebutkan jika perempuan berusia 77 tahun itu hidup dengan kondisi yang jauh dari kata layak dan membutuhkan bantuan.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat Sabtu kemarin, hari ini langsung saya respons dengan mengunjungi kediaman mbah Saliyah untuk memastikan kondisi beliau. Dan ternyata laporan itu benar,” ujarnya.

Saliyah tinggal bersama adiknya dengan status warga sleman, setelah ditinggal meninggal suami. Di usianya yang tak lagi sekuat dulu, Saliyah masih mengais rejeki dengan membuat anyaman ketupat dan mendapat upah Rp4.000 per hari. Saliyah menempati gubuk berukuran kurang dari 2 meter persegi.

BACA JUGA: Aturan Ganjil Genap Masuk Objek Wisata Jogja Baru Wacana

Di dalam gubuk tidak ada kakus, Saliyah juga terkadang harus pergi ke sungai untuk mencuci. Kustini menyampaikan Pemkab Sleman akan segera membenahi rumah yang ditempat mbah Saliyah. Selain bantuan rehab, Kustini melalui Dinas Sosial juga memberikan bantuan peralatan rumah dan kebutuhan pribadi.

"Mbah Saliyah juga akan kami masukkan dalam program Asistensi Lanjut Usia Terlantar [ASLUT], dimana setiap bulannya beliau akan menerima Rp150.000. Semoga semua bantuan ini bisa meringankan beliau untuk menjalani masa tuanya,” katanya.

Menurutnya, Saliyah adalah contoh yang harus diperhatikan oleh Pemkab Sleman dan masyarakat sekitar. Maka ia meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan kondisi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan. "Dengan media sosial ini, kami merasa sangat terbantu. Insyallah semua problem atau laporan akan segera kita respon dengan tinjauan," ungkapnya.