Advertisement

Sleman Satu-Satunya Kabupaten di DIY yang Terima Pfizer, Dinkes: Aman untuk Ibu Hamil

Bernadheta Dian Saraswati
Rabu, 22 September 2021 - 23:27 WIB
Nina Atmasari
Sleman Satu-Satunya Kabupaten di DIY yang Terima Pfizer, Dinkes: Aman untuk Ibu Hamil Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang Pasar Tempel, Selasa (29/6/2021). - Ist/dok

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Kabupaten Sleman menjadi satu-satunya kabupaten di DIY yang mendapatkan jatah vaksin jenis Pfizer. Saat ini, Dinas Kesehatan Sleman segera mendistribusikan 52.000 dosis ke masing-masing fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengejar target capaian vaksinasi Covid-19 di Bumi Sembada.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama mengatakan vaksin jenis ini cenderung aman, bahkan bisa diberikan kepada ibu hamil, remaja di atas 12 tahun maupun lansia. Ia tidak menampik, masih banyak masyarakat yang takut menerima suntikan vaksin jenis Pfizer. Padahal, efek samping vaksin Plizer hampir sama seperti AstraZeneca, seperti panas dan pegal.

"Meski sebagian masyarakat masih khawatir menggunakan vaksin jenis ini, namun vaksin Pfizer aman," kata Cahya, Selasa (21/9/2021).
Pemberian vaksin Pfizer juga dilakukan sebanyak dua kali, sama seperti Sinovac maupun AstraZeneca. Bedanya, lanjut Cahya, pemberian vaksin dosis kedua dilakukan pada 21 hari setelah dosis pertama. "Sekali lagi vaksin ini aman. Kalau dipakai tidak masalah, bahkan di luar negeri [vaksin Pfizer] memiliki efikasi tertinggi, 95 persen," katanya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: Dugaan Nilai Palsu, PN Sleman Vonis Bebas Bendahara Yogyakarta Independent School

Cahya mengatakan Dinkes segera mendistribusikan jenis vaksin ini ke masing-masing faskes. Menurutnya, hampir semua faskes menerima jenis vaksin ini untuk disuntikkan kepada masyarakat. "Jadi untuk sementara dosis pertama diberi vaksin jenis Pfizer ini, menggantikan yang jenis Sinovac. Penggunaannya mulai Rabu [22/9/2021]," katanya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Dinkes per 16 September 2021 cakupan vaksinasi di Sleman saat ini untuk dosis pertama sebanyak 586.489 (66,8%) dan dosis kedua mencapai 283.186 (32,2%). Adapun dosis ketiga bagi Nakes mencapai 10.065 (81,55%).

Baca juga: Ini Penyebab Pantai di Gunungkidul Tidak Diusulkan untuk Dibuka

"Jumlah tersebut belum termasuk pemberian vaksinasi yang digelar pada pekan ini. Capaian ini untuk semua kategori, mulai nakes, petugas publik, lansia, remaja, disabilitas dan masyarakat umum. Jumlah sasaran sebanyak 878.367 orang," katanya.

Sementara itu, salah satu warga Sleman bernama Dwi Arini menyambut baik adanya vaksin Pfizer. Sebab, ia dan kalangan ibu hamil lainnya bisa turut disuntik vaksin sehingga tercipta kekebalan dalam tubuhnya. “Setidaknya kami merasa aman kalau sudah bisa divaksin [Covid-19],” kata dia.

Advertisement

Namun menurutnya vaksinasi saja tidak cukup untuk mencegah penularan virus Corona. Ibu hamil dan masyarakat tetap harus mengutamakan protokol kesehatan sebagai garda depan menjaga diri dari virus Corona. “Tetap harus bermasker, cuci tangan yang rajin, dan jaga jarak,” kata dia.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PBB Tak Akui Klaim Kemenangan Rusia Atas Referendum di 4 Wilayah Ukraina

News
| Rabu, 28 September 2022, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement