Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang Pasar Tempel, Selasa (29/6/2021)./Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN-Kabupaten Sleman menjadi satu-satunya kabupaten di DIY yang mendapatkan jatah vaksin jenis Pfizer. Saat ini, Dinas Kesehatan Sleman segera mendistribusikan 52.000 dosis ke masing-masing fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengejar target capaian vaksinasi Covid-19 di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama mengatakan vaksin jenis ini cenderung aman, bahkan bisa diberikan kepada ibu hamil, remaja di atas 12 tahun maupun lansia. Ia tidak menampik, masih banyak masyarakat yang takut menerima suntikan vaksin jenis Pfizer. Padahal, efek samping vaksin Plizer hampir sama seperti AstraZeneca, seperti panas dan pegal.
"Meski sebagian masyarakat masih khawatir menggunakan vaksin jenis ini, namun vaksin Pfizer aman," kata Cahya, Selasa (21/9/2021).
Pemberian vaksin Pfizer juga dilakukan sebanyak dua kali, sama seperti Sinovac maupun AstraZeneca. Bedanya, lanjut Cahya, pemberian vaksin dosis kedua dilakukan pada 21 hari setelah dosis pertama. "Sekali lagi vaksin ini aman. Kalau dipakai tidak masalah, bahkan di luar negeri [vaksin Pfizer] memiliki efikasi tertinggi, 95 persen," katanya.
Baca juga: Dugaan Nilai Palsu, PN Sleman Vonis Bebas Bendahara Yogyakarta Independent School
Cahya mengatakan Dinkes segera mendistribusikan jenis vaksin ini ke masing-masing faskes. Menurutnya, hampir semua faskes menerima jenis vaksin ini untuk disuntikkan kepada masyarakat. "Jadi untuk sementara dosis pertama diberi vaksin jenis Pfizer ini, menggantikan yang jenis Sinovac. Penggunaannya mulai Rabu [22/9/2021]," katanya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Dinkes per 16 September 2021 cakupan vaksinasi di Sleman saat ini untuk dosis pertama sebanyak 586.489 (66,8%) dan dosis kedua mencapai 283.186 (32,2%). Adapun dosis ketiga bagi Nakes mencapai 10.065 (81,55%).
Baca juga: Ini Penyebab Pantai di Gunungkidul Tidak Diusulkan untuk Dibuka
"Jumlah tersebut belum termasuk pemberian vaksinasi yang digelar pada pekan ini. Capaian ini untuk semua kategori, mulai nakes, petugas publik, lansia, remaja, disabilitas dan masyarakat umum. Jumlah sasaran sebanyak 878.367 orang," katanya.
Sementara itu, salah satu warga Sleman bernama Dwi Arini menyambut baik adanya vaksin Pfizer. Sebab, ia dan kalangan ibu hamil lainnya bisa turut disuntik vaksin sehingga tercipta kekebalan dalam tubuhnya. “Setidaknya kami merasa aman kalau sudah bisa divaksin [Covid-19],” kata dia.
Namun menurutnya vaksinasi saja tidak cukup untuk mencegah penularan virus Corona. Ibu hamil dan masyarakat tetap harus mengutamakan protokol kesehatan sebagai garda depan menjaga diri dari virus Corona. “Tetap harus bermasker, cuci tangan yang rajin, dan jaga jarak,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.