Warga Rasakan Manfaat Desa Damai Wahid Foundation

Suasana mentoring Desa Damai yang digelar oleh Wahid Foundation Rabu (22/9/2021). Dok - Ist
23 September 2021 09:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pencanangan Desa Damai oleh Wahid Foundation di sejumlah wilayah di Indonesia mampu membuat masyarakat berdaya di berbagai bidang. Selain pemberdayaan ekonomi, dalam program Desa Damai Wahid Foundation juga mengangkat visi toleransi dan pelibatan masyarakat di tingkat bawah dalam aksi-aksi pembangunan desa.

Salah satunya adalah masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur yang menjadi sasaran dalam program desa atau kampung damai Wahid Foundation. Dimulai sejak 2017 lalu, masyarakat perlahan-lahan bisa mengenal dan mengembangkan potensi lokal serta melibatkan lebih banyak peran kaum perempuan.

"Manfaatnya sangat terasa bagi masyarakat. Itu bisa dilihat dari keterlibatan secara langsung oleh warga dalam aksi dan rencana aksi terutama berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi, sehingga masyarakat bisa menciptakan produk sendiri dan bisa mengelolanya," kata Qori Abdul Azizah, Sekretaris Pokja Desa Damai Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu dalam program mentoring desa damai yang digelar Rabu (22/9/2021).

Dia menyebut bahwa, dengan kondisi masyarakat yang heterogen warga di desa setempat juga kian bisa menerima perbedaan latar belakang dan mulai fokus pada pembangunan desa. Mereka hidup berdampingan dalam merangkai aksi-aksi positif dengan mengembangkan potensi lokal. "Karena di desa kami itu unggulannya adalah produk bunga semacam tanaman hias, jadi untuk mengangkat ekonomi itu yang kami andalkan," ujarnya.

Baca juga: Siapkan Ribuan Dosis, Bantul Sasar Pekerja Industri yang Tercecer dari Vaksinasi

Dalam pelaksanaannya, ada sejumlah program yang dijalankan di desa itu di antaranya berupa pemberdayaan perempuan yang melatih pada potensi berbasis keunggulan lokal yang ada di daerah itu. Lalu program rumah ayom yang mengadvokasi anak dan ibu dari potensi kekerasan misalnya penelantaran, perundungan dan anak korban narkoba, kekerasan seksual atau anak yatim.

"Lalu ada pula program rumah baca yang menyediakan fasilitas pembinaan anak dan orang tua dari segi literasi dan penyerapan informasi secara positif, kemudian pola asuh dan tumbuh kembang anak yang baik itu juga diberikan dalam program ini," ujar dia.

Program Manager Desa Damai Wahid Foundation, Visna Vulovik menyebut, program Desa Damai telah berlangsung sejak 2013 dan dikukuhkan sejak 2015 lalu. Ada satu visi utama yang menjadi fokus pihaknya dalam menciptakan upaya perdamaian di tingkat akar rumput khususnya di daerah pedesaan dan juga kelurahan. Peran ini diemban oleh perempuan sebagai agen dan fasilitatornya.

"Bicara perdamaian adalah upaya dalam menyelesaikan konflik tanpa kekerasan dan perdamaian juga perlu pembangunan yang berkelanjutan karena ada akses keadilan, ekonomi, lingkungan hidup, kesehatan dan pendidikan di sana. Hal ini yang menjadi isu yang diangkat sehingga bisa tercipta di tingkat terbawah," kata dia.

Sejauh ini sudah ada 18 desa dan kelurahan yang menjadi Desa Damai dan tersebar di Jabar, Jateng, dan Jatim, serta beberapa di Kabupaten Dompu, NTB. Untuk DIY sendiri pada tahun ini Desa Damai di Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik dideklarasikan sebagai prototipe pertama untuk Desa Damai yang dibarengi bersama dengan hari Perdamaian Internasional 2021 lalu.