JBBA 2026: Menjaga Keseimbangan di Tengah Pertumbuhan
JBBA 2026 digelar Harian Jogja untuk mengapresiasi entitas yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan berbasis sosial, budaya, dan lingkungan.
Sri Sultan HB X dan GKR Hemas saat meninjau hasil produk UMKM dalam penutupan gelaran Si Bakul di Kraton Kilen, Sabtu (25/9). (ist)
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) mencanangkan Pasar Komunitas untuk memberdayakan koperasi dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memberdayakan petani di DIY.
Nantinya produk hasil pertanian akan diserap oleh koperasi kemudian disalurkan ke UMKM menjadi bahan jadi sehingga memiliki nilai tambah.
Pasar Komunitas tersebut dicanangkan bersamaan dalam Gelaran Si Bakul Jogja di Kraton Kilen, kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sabtu (25/9). Pencanangan dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama GKR Hemas, Anggota DPD RI Afnan Hadikusumo, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan koperasi, dan perwakilan UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Sri Nurkyatsiwi mengatakan Pasar Komunitas merupakan terobosan dalam skema pemulihan ekonomi, melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM dengan pembelian bahan baku pertanian atau perikanan yang mengalami fluktuasi harga, agar dapat dikelola melalui koperasi dan disalurkan kepada UMKM pengolah, sehingga produk yang dipasarkan memiliki nilai tambah dengan harga yang terjangkau.
“Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan penjualan produk pertanian, pemberdayaan koperasi, hingga fasilitasi bahan baku bagi UMKM sehingga produk yang dipasarkan secara online dapat mendorong tingkat konsumsi masyarakat dalam menumbuhkembangkan perekonomian daerah,” kata Sri Nurkyatsiwi.
Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Siwi ini mengatakan, Pasar Komunitas tersebut sebagai gerakan yang melibatkan komponen usaha dari hulu hingga hilir, yang melibatkan sekurangnya 10 koperasi sektor ril dan lebih dari 150 UMKM.
Dana Keistimewaan
Gerakan yang dibiayai melalui dana keistimewaan tersebut, diharapkan mampu memberikan inspirasi terkait upaya kreatif dalam pemulihan ekonomi daerah terdampak Covid-19, yang melibatkan multi stakeholders.
“Hal ini sebagai strategi transformasi terhadap perkembangan situasi akhir-akhir ini yang memerlukan langkah terobosan guna membantu ketahanan ekonomi daerah,” kata Siwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 digelar Harian Jogja untuk mengapresiasi entitas yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan berbasis sosial, budaya, dan lingkungan.
Simak kisah menarik Roberto Lopes, mantan pegawai bank yang menjadi bintang timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 berkat pesan LinkedIn yang hampir terlewat.
MrBeast mencetak sejarah sebagai kreator YouTube pertama yang menembus 500 juta subscriber. Simak perjalanan dan kerajaan bisnis miliaran dolarnya.
Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun. Erling Haaland dan Martin Odegaard siap memimpin tim saat menghadapi Irak di laga perdana Grup I.
Sering mengantuk di siang hari? Kenali 7 penyebab kantuk berlebihan, mulai dari kurang tidur hingga tanda penyakit yang perlu diwaspadai.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.