Waktu Uji Coba PTM PAUD SD dan SMP di Sleman Masih Belum Jelas

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
27 September 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana memastikan sampai saat ini masih belum dapat memastikan apakan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk PAUD dan SD bisa dilaksanakan atau tidak. Begitu juga dengan pelaksanaan PTM bagi jenjang SMP.

"Besok [hari ini] baru mau laporan ke Bu bupati terkait kesiapan dan hasil rapat dengan organisasi perangkat daerah terkait. Intinya tunggu dulu sampai ada instruksi dan edaran dari bupati," katanya kepada Harian Jogja, Minggu (26/9/2021).

Ery mengatakan, laporan yang akan disampaikan ke Bupati terkait juga dengan SE Gubernur DIY terkait penundaan PTM untuk PAUD dan SD. SE Gubernur DIY tersebut berisi Kebijakan Pendidikan Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pendidikan di DIY.

BACA JUGA : Sekolah di Kulonprogo Dibuka Awal Oktober

"Iya (SE Gubernur) ini masih dikaji sambil menunggu edaran gubernur. Kemarin malam kami sudah rapat koordinasi dengan Kadisdik DIY dan Kadisdik kabupaten kota se DIY. Jadi tanggal pelaksanaan PTM belum diputuskan," katanya.

Ery mengatakan PTM di masa transisi akan dilaksanakan selama dua bulan sembari melihat situasi dan kondisi serta mengevaluasi apa yang sudah dilaksanakan. Sekolah- sekolah sudah diminta untuk mempersiapkan diri terkait dengan SOP pembelajaran tatap muka terbatas masa transisi. "Kami canangkan masa transisi ini dua bulan sembari melihat perkembangan situasi dan kondisi Covid-19," katanya.

Disdik juga menyampaikan persyaratan dan ketentuan PTM terbatas masa transisi. PTM masa transisi menghadirkan siswa 50% dengan pembelajaran maksimal 2 jam untuk SD dan 3 jam untuk SMP dalam waktu 1 minggu dilaksanakan 2 kali tatap muka.

Pertemuan awal PTM masa transisi ini bertujuan untuk pertemuan guru dan siswa terlebih dahulu, selanjutnya untuk mata pelajaran menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Syarat lainnya, seperti surat persetujuan orangtua. "Surat persetujuan orangtua ini kami sama ratakan di seluruh sekolah. Pada prinsipnya, sekolah-sekolah di Sleman sudah siap melaksanakan PTM,” ujarnya. 

Terkait data vaksinasi bagi pendidik (guru) dan tenaga kependidikan TK/PAUD formal yang berjumlah lembaga 519 unit, untuk guru yang sudah divaksin mencapai 2.312 orang (94%) dan yang belum divaksin 154 orang (6%) sementara tenaga kependidikannya 387 orang (83%) dan yang belum divaksin 79 orang (17%).

Untuk PAUD non formal jumlah lembaga 606 unit di mana tenaga kependidikannya yang sudah divaksin mencapai 2.229 orang (92%) dan belum divaksin 202 orang (8%). Untuk SD yang berjumlah sekolah 511 unit, guru yang sudah divaksin mencapai 6.038 orang (93%) dan belum divaksin 440 orang (7%) sementara tenaga kependidikannya yang divaksin 1.553 orang (89%) yang belum divaksin 191 (11%).

Untuk SMP berjumlah sekolah 119 unit. Guru yang sudah divaksin mencapai 2.797 orang (94%) dan yang belum divaksin 186 orang (6%) dan tenaga kependidikan 758 orang divaksin (91%) dan yang belum divaksin 73 orang (9%). "Data ini terus bergerak, kami selalu meminta laporan kepada sekolah-sekolah. Guru, tendik, dan siswa yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19 mengalami beberapa kendala antara lain tidak lolos skrening, penyitas belum 3 bulan, dan komorbid," katanya.

BACA JUGA : Kulonprogo Bersiap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Jumlah seluruh siswa SMP di Sleman mencapai 40.132 siswa dan yang sudah vaksin mencapai lebih dari 37.000 siswa (93%) dan belum vaksin 3.000 siswa (7%). Siswa SMP masih banyak yang belum divaksin karena usianya belum 12 tahun, pernah terpapar Covid-19, dan ada sebagian yang tidak boleh divaksin oleh orangtuanya.

Untuk siswa SD yang usianya 12 tahun keatas yang divaksin jumlah siswanya ada 1.082, sebagian siswa sudah melaksanakan vaksinasi. "Kedepan anak-anak yang belum melaksanakan vaksinasi Covid-19 akan kami jadwalkan untuk vaksinasi guna mewujudkan perlindungan dan membentuk herd immunity. Saat ini kami masih menunggu intruksi Bupati Sleman terkait pelaksanaan PTM," katanya.