Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, WONOSARI – BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat mewaspadai potensi musibah pada saat masa pancaroba dari kemarau ke musim hujan. Langkah antisipasi diperlukan agar dampak dari bencana bisa ditekan sekecil mungkin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, untuk antisipasi bencana di masa pancaroba aka dilakukan koordinasi dengan kapanewon. Menurut dia, ada beberapa potensi bencana, salah satunya angin kencang yang tingkat kerawanannya merata di seluruh Gunungkidul.
BACA JUGA : Indonesia Masuk Pancaroba, BMKG Peringatkan Cuaca
“Kami akan bersurat dengan seluruh panewu, karena saat pancaroba angin kencang perlu diantisipasi,” kata Edy kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).
Dia menjelaskan, untuk antisipasi masyarakat juga bisa melalukan dengan memangkas dahan dan ranting yang rindang di sekitar rumah agar potensi pohon tumbang bisa dikurangi. Selain itu, BPBD juga akan melakukan pemetaan dan pemantauan bencana pada saat musim penghujan tiba.
“Untuk saat ini masih fokus pelaksanaan droping air ke warga yang sedang kesulitan,” katanya.
Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, September sudah mulai terjadi peraihan dari kemarau ke musim penghujang. Di masa pancaroba ini ada potensi munculnya cuaca ekstrem sehingga harus diwaspadai agar risiko bencana bisa ditekan.
Menurut dia, potensi cuaca ekstrem yang terjadi adalah hujan deras dengan disertai petir. Selain itu, potensi angin kencang juga harus diwaspadai karena bisa terjad kapan saja.
“Untuk potensi merata di seluruh DIY. Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota bisa sigap dengan melaukan antisipasi sejak awal,” katanya.
BACA JUGA : Waspada Angin Kencang, Warga Bantul Diminta Pangkas
Reni menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan, musim hujan diprediksi mulai pada Oktober mendatang. Adapun puncaknya diperkirakan terjadi pada Januari 2022 mendatang.
“Potensi La Nina terus kami pantau dan setidaknya dilakukan setiap tiga bulan. Untuk antisipasi bencana, kami mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca terkini dan BMKG terus menginformasikan ke masyarakat terkait dengan perkembangan terkini masalah cuaca,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Anggun C. Sasmi kembali ke GBK setelah 36 tahun dan tampil di closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 sebelum final Indonesia vs Thailand.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota, sekretariat DPRD, pemerintah desa, dan perguruan tinggi yang menunjukkan kinerja baik dalam pen
Ranking FIFA Indonesia vs Thailand terpaut 24 peringkat. Garuda di posisi 117, sedangkan Thailand menempati urutan 93 dunia.
OJK Jawa Tengah dan DIY memfasilitasi BPR/BPRS melalui workshop dan pendampingan untuk mempercepat penurunan NPL serta memperkuat kualitas kredit.
Prabowo menegaskan penguatan TNI untuk menjaga wilayah Indonesia dan menghadapi ancaman siber, disinformasi, hingga penyelundupan kekayaan negara.