Disdikpora Kulonprogo Mulai Sosialisasikan Penerapan PeduliLindungi di Sekolah

Wisatawan melakukan pemindaian menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berwisata di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/9/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
29 September 2021 07:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo menyambut baik rencana penerapan aplikasi PeduliLindungi oleh Pemerintah Pusat di sejumlah sekolah. Penerapan aplikasi ini di sekolah diharapkan bisa dibarengi dengan infrastruktur pendukung, seperti akses internet yang mumpuni.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan jika jawatannya sudah mulai melakukan sosialisasi secara bertahap kepada sejumlah sekolah terkait dengan rencana penerapan aplikasi peduli lindungi.

"Kami sangat sepakat ya karena itu [aplikasi peduli lindungi] mampu membantu anak-anak dan semua warga sekolah agar terpantau secara lebih baik," ujar Arif pada Selasa (28/9/2021).

Dikatakan Arif, sekolah dituntut untuk memiliki data riil terkait dengan kondisi siswa dan juga guru yang bertugas. Data tersebut nantinya mampu berperan penting dalam upaya screening Covid-19.

Baca juga: Dibangun Mulai 2022, Tol Jogja-Bandara YIA Lewati 15 Desa di 6 Kecamatan

"Jadi, aplikasi PeduliLindungi sangat membantu jika bisa nanti diimplementasikan di setiap sekolah. Nanti bisa diakses di semua siswa maupun guru," kata Arif.

Lebih lanjut, sampai saat ini jawatannya belum mengetahui secara pasti kapan penerapan aplikasi peduli lindungi di sekolah akan diterapkan. Termasuk, apakah scan barcode nantinya akan didatangkan langsung dari Kemendikbud atau Disdikpora masing-masing wilayah yang harus turun tangan.

"Sampai hari ini kami belum mendapatkan informasi. Namun, saya sudah memantau di beberapa sekolah jika sosialisasi terkait dengan penerapan aplikasi peduli lindungi sudah dilakukan. Terutama untuk orang tua siswa. Mudah-mudahan akhir pekan ini kami sudah mendapatkan informasinya," kata Arif.

Penerapan aplikasi peduli lindungi di sejumlah sekolah bukan tanpa kendala. Sinyal seringkali menjadi momok dalam upaya penerapan aplikasi peduli lindungi. Seperti yang dialami oleh SMA Negeri 1 Galur.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Galur Lestari Asih Pratiwi mengatakan berdasarkan catatan dari SMA Negeri 1 Galur, 30 persen siswa kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan berbagai alasan. Alasan yang paling banyak adalah soal akses internet.

"Ada kondisi khusus yang memang menjadikan siswa kesulitan dalam mengikuti PJJ. Ada yang kesulitan sinyal, minimnya jumlah gawai yang dimiliki oleh siswa dalam satu keluarga, kemudian kondisi keluarga yang ikut terpapar Covid-19," sambung Lestari.